Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Subscribe to Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung feed
Updated: 3 hours 51 min ago

Bangga! Siswi SMAN 1 Pangkalan Baru, Sabita Shafira Wakili Bangka Belitung Pada Gen Halal Championship 2026

4 hours 57 min ago

BANGKA TENGAH — Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Salah satu siswi SMAN 1 Pangkalan Baru, Sabita Shafira, berhasil lolos sebagai finalis dan mewakili Babel dalam ajang Gen Halal Championship 2026.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian yang sangat mengembirakan bagi masyarakat Babel, mengingat ketatnya persaingan dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Gen Halal Championship 2026 diikuti oleh 4.525 peserta yang berasal dari 33 provinsi, 177 kabupaten/kota, dan 443 sekolah di seluruh Indonesia. Dari ribuan peserta tersebut, sebanyak 339 peserta berhasil melaju ke tahap semifinal, sebelum akhirnya terpilih 30 peserta sebagai finalis yang akan mengikuti tahap selanjutnya.

Capaian tersebut menunjukkan luasnya jangkauan kompetisi Gen Halal Championship 2026. Peserta yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari kota-kota besar, tetapi juga dari berbagai daerah kepulauan dan wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.

Di antaranya adalah Kepulauan Anambas yang berada di sekitar kawasan Natuna, Bima di Nusa Tenggara Barat, Waikabubak di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, hingga Ternate di Maluku Utara.

Keberagaman asal peserta tersebut memperlihatkan besarnya antusiasme generasi muda Indonesia dalam mengikuti kompetisi ini.

Selain menjadi ajang persaingan, Gen Halal Championship 2026 juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta menunjukkan kemampuan dan prestasi di tingkat nasional.

Keberhasilan Sabita Shafira menembus jajaran 30 finalis menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya, keluarga, sekolah, serta masyarakat Bangka Belitung. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan bersaing dalam ajang nasional.

Menanggapi keberhasilannya tersebut, Sabita Shafira menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya, karena dapat melaju hingga tahap final serta membawa nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang bisa lolos menjadi salah satu finalis Gen Halal Championship 2026. Bagi saya, pencapaian ini merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memberikan yang terbaik. Saya juga merasa bangga karena dapat membawa nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan SMAN 1 Pangkalan Baru. Semoga pada tahap selanjutnya saya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan memperoleh hasil yang terbaik,” ujar Sabita, Senin (12/10/2026).

Perjalanan para finalis belum berakhir. Sebanyak 30 finalis yang terpilih dijadwalkan mengikuti Bootcamp Gen Halal Championship pada 6–9 November 2026 di Jakarta dan Bogor. Kegiatan tersebut akan menjadi tahapan lanjutan bagi para finalis untuk menunjukkan kemampuan mereka sebelum memperebutkan posisi juara dan penghargaan yang telah disiapkan oleh penyelenggara.

Dalam kompetisi tersebut, penghargaan yang diperebutkan meliputi juara pertama dengan hadiah sebesar Rp7.500.000, juara kedua Rp5.000.000, juara ketiga Rp3.000.000, harapan pertama Rp2.000.000, harapan kedua Rp1.000.000, harapan ketiga Rp1.500.000, serta hadiah sebesar Rp1.000.000 bagi peserta yang menempati peringkat ketujuh hingga kesepuluh.

Sementara itu, Gubernur Babel, Hidayat Arsani melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Yudi Suhasri mengapresiasi keberhasilan Sabita Safira, siswi SMAN 1 Pangkalpinang, yang berhasil lolos sebagai finalis kompetisi Gen Halal di tingkat nasional.

Menurut Yudi, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik di Bangka Belitung memiliki kualitas dan kemampuan untuk bersaing dengan pelajar dari berbagai daerah, meskipun kompetisi tersebut diikuti ribuan peserta.

“Kita bersyukur salah satu pelajar kita berhasil lolos dalam kompetisi ini. Ini menunjukkan kualitas anak-anak sekolah kita sudah sangat baik dan mampu bersaing untuk menjadi yang terbaik,” ucap Yudi.

Yudi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMAN 1 Pangkalanbaru, khususnya kepala sekolah dan para guru, yang telah memberikan bimbingan serta mendukung Sabita dalam mengikuti kompetisi tersebut.

Dia berharap, keberhasilan Sabita dapat mencapai hasil terbaik pada babak final sekaligus membawa nama baik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tingkat nasional.

Lebih lanjut, Yudi menyampaikan, prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Bangka Belitung untuk terus belajar, tekun mengembangkan pengetahuan, dan berani mengikuti berbagai kompetisi.

Dukungan dari keluarga, pihak sekolah, dan masyarakat, lanjutnya, tentu menjadi dorongan penting agar ia dapat menjalani tahapan kompetisi dengan penuh semangat dan percaya diri.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: IstimewaEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Gubernur Hidayat Gercep Komandoi Bantu Korban Kebakaran Dusun Serdang, Bangun Posko Pengungsian

Sun, 10/11/2026 - 22:20

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus bergerak cepat (gercep) mengomandoi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban kebakaran, yang terjadi di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, pada Sabtu (10/10/2026) kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kejadian itu, menyebabkan ratusan rumah hangus terbakar, dan ribuan warga harus mengungsi.

Sebagai respons cepat pemerintah daerah itu, Gubernur Hidayat telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk melakukan mitigasi, serta penanganan dampak sosial dan fisik di lokasi kejadian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Affandi, mengemukakan bahwa pihaknya telah menjalankan peran dalam mendukung penanganan bencana, baik melalui penyaluran bantuan bagi korban maupun upaya mitigasi bencana.

“Pak Gubernur telah menginstruksikan BPBD, Dinsos PMD, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengirimkan kendaraan operasional kebencanaan, dapur umum, tenda, serta alat-alat kesehatan untuk korban kebakaran di Serdang. Semuanya telah kami laksanakan,” jelas Agus Afandi, di Dusun Serdang, Minggu (11/10/2026) petang.

Agus menerangkan, BPBD Bangka Belitung telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), dan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan kebakaran di Dusun Serdang. Adapun sarana dan prasarana yang dimaksud, lanjut Agus, di antaranya 1 unit Mobil Crane dan 1 Paket Tenda Pengungsian.

“Kami di lapangan tidak bekerja sendiri, ada tim gabungan. Mereka juga mengirimkan sarana dan prasarana, seperti 1 unit Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2 unit Mobil Damkar dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, 1 unit Mobil Truck logistik dan 1 unit Mobil Dapur Umum Lapangan (Dumlap) dari Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya.

“2 unit Mobil Water Cannon, yang masing-masing dari Brimob dan Dit Samapta Polda Bangka Belitung, 1 Unit Mobil Rescue Tipe II dari SAR Toboali, 1 Unit Mobil Tangki Air BWS PU Bangka Belitung, 1 Unit Mobil Damkar Pemkab Bangka Tengah, Alat Komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung lainnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membangun dapur umum dan tenda pengungsian di halaman SDN 7 Simpang Rimba, yang menjadi lokasi pengungsian dan evakuasi warga. “Selain itu, pos pengungsian juga didirikan di Masjid Al Muhajirin,” jelasnya.

Saat ditanya terkait penyebab kebakaran, Agus mengatakan, hal tersebut masih telusuri. Menurut dia, tiupan angin kencang dan lokasi yang kering membuat api semakin cepat merambat ke pemukiman penduduk.

“Kebanyakan material rumah penduduk di sana berdinding papan, makanya api cepat merambat. Terkait penyebab, masih ditelusuri. Untuk fasilitas umum yang terdampak, juga masih dalam pendataan. Yang pasti, hingga saat ini tidak ada korban jiwa. Segala data yang beredar belum final dan masih dapat berubah,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani didampingi Sekretaris Daerah, Fery Afriyanto, meninjau langsung lokasi kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu pagi (11/10/2026).

Setibanya di lokasi, Hidayat langsung meninjau tenda pengungsian di SDN 7 Simpang Rimba, kebersihan dapur umum lapangan, serta ketersediaan logistik dan obat-obatan, didampingi Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, Hidayat juga meninjau langsung titik lokasi terdampak.

"Pada tahap pertama, kita utamakan keselamatan warga. Posko pengungsian dan dapur umum telah disiapkan," ujar Hidayat.

Hidayat juga meminta pemerintah daerah mendata kerugian secara akurat agar pemulihan permukiman dapat segera dilakukan. Selain mengapresiasi kesigapan aparat dan relawan, Hidayat menyempatkan diri menyapa para pengungsi serta mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran.

Hidayat menegaskan, Pemprov Babel akan terus hadir membantu masyarakat terdampak kebakaran tanpa membedakan wilayah administratif. Penanganan musibah tersebut menurutnya membutuhkan kerja sama antara pemerintah provinsi, Pemkab Bangka Selatan dan berbagai unsur masyarakat.

“Semoga semangat gotong royong dapat meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Fery Afriyanto menyerahkan secara simbolis bantuan masker kepada Bupati Riza Herdavid, yang bertujuan untuk melindungi kesehatan korban dari paparan asap dan debu selama proses pembersihan pascakebakaran.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Tim Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga pukul 18.48 WIB, terdapat 305 rumah warga dan 50 gedung walet habis dilahap si jago merah.

Adapun posko pengungsian, dibangun di dua titik, yakni di SD Negeri 7 Simpang Rimba, yang menampung 300 orang dan di Masjid Al Muhajirin yang menampung 200 orang.

Adapun bantuan telah masuk ke lokasi kejadian, di antaranya beras 242 karung, air mineral 231 dus, indomie 88 dus, telur 90 rak, baju atau pakaian 79 koli, masker 150 boks dan sarung tangan 10 boks.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: IstimewaEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Di Era Kepemimpinan Gubernur Hidayat, Kerukunan Warga Bangka Belitung Diganjar Skor Harmoni Sangat Baik

Sat, 10/10/2026 - 05:24

PANGKALPINANG - Kerukunan yang selama ini dijaga warga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berbuah prestasi. Pada pelaksanaan perdananya di era kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani, provinsi ini, kerukunan warga Babel melalui Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Babel tahun 2026 meraih skor 7,14 dan diganjar skor dengan kategori Sangat Baik, dari suara 20.750 responden di seluruh kabupaten/kota.

‎‎Gubernur Babel, Hidayat Arsani melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Babel, Burhanuddin, menyebut capaian ini dinilai sangat baik oleh Kementerian Dalam Negeri.

Ia berterima kasih kepada Kesbangpol kabupaten/kota yang telah mengisi kuesioner dengan memenuhi empat dimensi dan delapan variabel. "Artinya, sungguh luar biasa capaian IHaI untuk Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2026 ini," ujarnya.

‎‎Menurut dia, angka IHaI membantu mengukur hasil kerja pemerintah dalam menjaga kerukunan, sejalan dengan program dan target kinerja Gubernur Hidayat Arsani.

‎‎Dari empat dimensi, Harmoni Keagamaan (D4) mencatat skor tertinggi, yakni 7,43, disusul Harmoni Budaya (D3) 7,16 dan Harmoni Sosial (D2) 7,10. Ketiganya berkategori Sangat Baik. Harmoni Ekonomi (D1) mencatat 6,92 dan menjadi satu-satunya yang masih berkategori Baik.

‎‎Burhanuddin menilai kerukunan beragama menjadi salah satu kunci hidup rukun masyarakat Bangka Belitung.

Ia menyebut, kebersamaan suku Melayu dan Tionghoa sudah mengakar sejak dahulu, tercermin dalam ungkapan Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, sebuah falsafah yang mencerminkan semangat kebersamaan, kesetaraan, dan keharmonisan antara etnis Tionghoa dan Melayu di Bangka Belitung. "Itu jelas sekali sudah kental di wilayah Bangka Belitung ini," katanya.

‎‎Hal sama berlaku bagi suku-suku lain yang merantau dan menggantungkan hidup di sini. Mereka turut saling mendukung dan menghormati kehidupan beragama warga sekitar.

‎‎Dalam pemetaan antarwilayah, Kabupaten Belitung Timur memimpin dengan skor 7,83, diikuti Bangka Selatan (7,31), Belitung (7,25), Bangka Tengah (7,24), Kota Pangkalpinang (7,19), dan Bangka (7,16). Bangka Barat mencatat 6,67 dan berkategori Baik.

‎Skor penguatan peran perempuan, pemuda, dan komunitas marginal (7,05) tercatat lebih rendah dibanding variabel lain di dimensi sosial.

‎Kesbangpol provinsi bersama kabupaten/kota, dijelaskan Burhan, akan memprioritaskan pemberdayaan gender, perempuan, dan kelompok marginal ke depan. "Sehingga tidak ada kesan kita memarginalkan gender maupun pemuda-pemudi kita," ujarnya.

‎‎Burhanuddin menegaskan, sebagaimana diamanahkan Gubernur, ia bertugas menjaga kerukunan dan keharmonisan di semua lini, baik agama, budaya, maupun hal-hal yang berpotensi memecah belah. "Bangka Belitung ini tidak boleh berpecah, kita harus harmoni terus," tegasnya.

‎‎Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga suasana yang tenteram dan tidak berhenti saling bertegur sapa, agar kerukunan di tengah masyarakat tetap terawat.

‎‎Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Ormas Kesbangpol Babel, Dyah Fitri Inayati, yang menjadi koordinator IHaI bersama para PIC IHaI Kesbangpol kabupaten/kota, mengucapkan rasa syukur atas prestasi ini.

‎‎"Alhamdulillah, penilaian Indeks Harmoni Indonesia di Provinsi Babel tahun 2026, yang baru pertama kali dilaksanakan di provinsi ini, mendapat predikat sangat baik dengan nilai 7,14," ungkapnya.

‎‎Menurut Dyah, keberhasilan itu lahir dari kerja sama yang luar biasa antara provinsi dan seluruh kabupaten/kota, terutama peran Kesbangpol provinsi dan Kesbangpol kabupaten/kota.

‎‎Ia juga menyebut dukungan masyarakat, organisasi perangkat daerah, instansi terkait, serta dukungan penuh Gubernur Hidayat Arsani beserta seluruh bupati dan wali kota di Bangka Belitung.

‎"IHaI bukan sekadar angka indeks, tetapi alat bantu pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk menjaga persatuan, kerukunan, toleransi, dan stabilitas sosial," katanya

‎‎Dyah berharap pelaksanaan IHaI ke depan semakin baik melalui kerja sama dan kolaborasi pemerintah daerah di provinsi maupun kabupaten/kota, bersama seluruh masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: YoskaFotografer: FloEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Suasana Haru Warnai Penyerahan Santunan ASN Peduli Babel, KORPRI & Taspen Rp109,9 Juta untuk Keluarga Alm. Sulastri

Thu, 10/08/2026 - 11:50

PANGKALPINANG – Suasana haru mewarnai Ruang Kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Lantai I Kantor Gubernur Babel, Kamis (8/10/2026). Tangis haru tak terbendung saat penyerahan santunan senilai total Rp109.930.000 dilakukan kepada keluarga almarhumah Sulastri, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang semasa hidupnya mengabdi di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Babel.

Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Sekda Babel, Fery Afriyanto, yang hadir mewakili Gubernur Babel, Hidayat Arsani, dan diterima secara simbolis oleh Dita, putri almarhumah Sulastri.

Rincian dana santunan yang diberikan mencakup tiga sumber, yaitu Program ASN Peduli Babel sebesar Rp5.000.000, dari Dewan Pengurus KORPRI sebesar Rp5.000.000, serta hak tabungan dan asuransi pensiun dari PT Taspen (Persero) senilai Rp99.930.000.

Momen penyerahan hak dan kepedulian bagi keluarga almarhumah tertsebut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan instansi terkait, diantaranya Kepala Disparbudkepora Babel Eko Kurniawan beserta jajarannya, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Babel Yunan Helmi, Kepala Cabang PT Taspen Pangkalpinang Desi Mutiara Putri, perwakilan dari Bank Mandiri, sejumlah perwakilan dari gerakan ASN Babel Peduli, dan perwakilan KORPRI Babel.

Dalam sambutannya, Sekda Babel Fery Afriyanto menyampaikan duka cita yang mendalam atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dan Gubernur Hidayat Arsani, mengapresiasi dedikasi almarhumah Sulastri yang telah memberikan kontribusi terbaiknya selama bertugas di lingkungan Pemprov Babel.

Sekda Babel Fery Afriyanto menegaskan bahwa dana santunan tersebut merupakan wujud nyata solidaritas dan rasa kekeluargaan antar sesama pegawai di lingkungan pemerintah daerah.

"Dana santunan ini merupakan hasil urunan dan kepedulian dari para ASN Pemprov Babel yang tergabung dalam gerakan ASN Peduli Babel. Ini adalah bentuk empati serta kebersamaan kita untuk saling meringankan beban anggota keluarga besar Pemprov Babel yang sedang tertimpa musibah," ujar Fery.

Selain itu, Sekda Fery menambahkan, pihak keluarga almarhumah nantinya juga akan menerima santunan tambahan dari BPJS.

"Selain bantuan yang diserahkan hari ini, keluarga almarhumah juga nanti akan mendapatkan dana dari BPJS senilai lebih kurang Rp42 juta. Saat ini klaim tersebut masih dalam proses penyelesaian berkas administrasi," lanjutnya.

Sekda Fery berharap dana santunan ini dapat meringankan beban finansial serta membantu kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Taspen Pangkalpinang, Desi Mutiara Putri, menjelaskan, penanganan klaim dan hak almarhumah dilakukan melalui pendekatan proaktif atau sistem jemput bola.

Langkah ini, dijelaskannya, merupakan komitmen PT Taspen dalam memberikan pelayanan prima, cepat, dan transparan kepada para aparatur sipil negara maupun ahli warisnya tanpa mengabaikan faktor kenyamanan keluarga yang sedang berduka.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disparbudkepora Babel, Eko Kurniawan, mengenang almarhumah Sulastri sebagai sosok pekerja keras, berdedikasi tinggi, dan dikenal sangat baik oleh rekan-rekan sejawatnya di lingkungan dinas.

Eko menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam dan mendoakan agar amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT serta bantuan yang diserahkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi keluarga.

Sementara, dengan mata berkaca-kaca, Dita mewakili keluarga almarhumah Sulastri menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Babel, KORPRI, PT Taspen, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan.

Ia mengungkapkan, dukungan moril maupun materil ini sangat berarti bagi keluarga dalam menghadapi masa-masa sulit pascatragedi kehilangan orang tercinta.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim ASN Peduli BabelFotografer: Tim ASN Peduli BabelEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Sambut HUT Ke-26 Babel dan Masyarakatkan Olahraga, Gubernur Hidayat Gagas Senam Kreasi Budaya Melayu “Serumpun Sebalai”

Wed, 10/07/2026 - 22:42

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menggagas sebuah karya yang memadukan olahraga, kebudayaan dan semangat kebersamaan masyarakat, yakni Senam Serumpun Sebalai,

Senam ini akan diluncurkan pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada November 2026 mendatang.

Dibincangi di Pangkalpinang, Rabu (7/10/2026), Gubernur Hidayat menyatakan bahwa dirinya menginginkan Bangka Belitung memiliki senam yang bukan hanya membuat tubuh sehat dan bugar, tetapi juga membawa identitas dan budaya daerah, yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan masyarakat.

“Budaya tidak cukup hanya disimpan sebagai warisan. Budaya harus dihidupkan, digerakkan, dan diwariskan. Melalui Senam Serumpun Sebalai, kita ingin mengajak masyarakat untuk sehat sekaligus mencintai budaya daerah,” ujar Gubernur Hidayat.

Lebih lanjut, Gubernur Hidayat menegaskan bahwa budaya daerah harus terus dihidupkan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Atas dasar itu, senam ini digagas. Beragam gerak tradisi yang selama ini dikenal melalui berbagai kesenian daerah, dikemas dalam bentuk senam yang lebih dinamis, sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas,” ucapnya.

“Sehat Berbudaya Bugar Bersama. Satu Semangat Satu Gerak, Jangan Lupa Bahagia. Bagi masyarakat yang ingin mempelajari koreografi Senam Serumpun Sebalai, bisa mengakses channel YouTube Diskominfo Babel di link https://youtu.be/SNSscOA5RIQ,” ajaknya.

Untuk diketahui, Senam Serumpun Sebalai merupakan senam kreasi budaya Melayu khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dirancang sebagai salah satu persembahan Gubernur Hidayat Arsani bagi masyarakat, dalam momentum peringatan HUT ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diperingati pada tanggal 21 November 2026 mendatang.

Nama Serumpun Sebalai merepresentasikan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.

Koreografi Senam Serumpun Sebalai mengambil inspirasi dari sejumlah gerak dasar tari dan kesenian tradisional khas Bangka Belitung, antara lain Kecupus, Dincak Dambus, Campak, Sepen, Cakter, Zapin, dan Gajah Menunggang.

Gerakan-gerakan ini, kemudian dikreasikan dan dipadukan dengan gerakan senam yang dinamis, energik, yang dapat diikuti berbagai kalangan masyarakat.

Karya ini melibatkan sejumlah insan kreatif daerah, di antaranya Sukma Wijaya sebagai pencipta lagu sekaligus koreografer, kemudian Zuryantina sebagai koreografer lainnya. Adapun aransemen musik, dikerjakan oleh Zulfikri Hilmi, dengan Nunung Rohmawati sebagai vokalis. Sementara itu, Budi Utama dan Ibnu Suzano bertindak sebagai pembina.

Senam ini tidak hanya ditujukan sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali kekayaan budaya daerah melalui gerakan yang mudah dilakukan secara bersama-sama.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim Humas HUT BabelFotografer: Dokumentasi Bid. IKPEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Buka DWP Mengajar, Noni Hidayat Dorong Siswa SMAN 1 Pangkalpinang Tingkatkan Minat Baca

Tue, 10/06/2026 - 18:44

PANGKALPINANG — Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) sekaligus Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, membuka kegiatan DWP Mengajar, di SMA Negeri 1 Pangkalpinang, Selasa (6/10/2026).

Dalam sambutannya, Noni mengajak generasi muda di Bangka Belitung, khususnya para siswa di sekolah tersebut untuk terus meningkatkan minat baca. Karena, lanjut Noni, dengan membaca para siswa akan mengetahui banyak hal dan mampu menciptakan berbagai inovasi.

Noni mengatakan peningkatan minat baca anak merupakan pekerjaan rumah bersama, baik bagi guru maupun orang tua. Ia juga mengapresiasi fasilitas perpustakaan SMAN 1 Pangkalpinang yang dinilainya sudah sangat baik.

"Soal bagaimana mendorong anak-anak kita agar minat bacanya meningkat, itu merupakan pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi kita semua, termasuk para guru maupun orang tua. Tadi saya lihat, perpustakaan sekolah ini sangat bagus," ujar Noni.

Menurut Noni, kebiasaan membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu seseorang memahami informasi dengan lebih baik.

"Yang pasti, dengan rajin membaca, kita bisa berinovasi. Salah baca WhatsApp saja, bisa bikin salah persepsi, apalagi kalau tidak punya minat untuk membaca. Jadi, mari dorong anak-anak kita untuk terus meningkatkan minat bacanya," katanya.

Noni berharap program DWP Mengajar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak di Bangka Belitung.

"Saya senang sekali di DWP ini ada program mengajar, yang tentunya menyentuh langsung ke masyarakat, khususnya ke anak-anak Bangka Belitung," ujarnya.

Noni juga berharap kegiatan tersebut dapat digelar lebih sering dalam satu tahun dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik setiap jenjang pendidikan.

"Mudah-mudahan dalam satu tahun, kegiatan ini sering dilaksanakan dan terus menyesuaikan dengan setiap jenjang sasarannya," kata Noni.

Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sri Hidayati Fery Afriyanto, menjelaskan DWP Mengajar merupakan kegiatan sosial edukatif yang melibatkan anggota DWP dalam peningkatan kualitas pendidikan dan literasi.

"DWP Mengajar ini merupakan program DWP Pusat yang menyasar siswa di sekolah-sekolah dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, bahkan perguruan tinggi atau bisa juga masyarakat," jelas Sri Hidayati.

Menurut Sri Hidayati, program tersebut menjadi bentuk pengabdian DWP melalui kegiatan mengajar, berbagi pengetahuan, pendampingan, serta penguatan karakter peserta didik.

Program DWP Mengajar, kata Sri Hidayati, tidak terbatas pada materi pelajaran, tetapi dapat diarahkan pada literasi, pendidikan karakter, kreativitas, keterampilan, dan motivasi belajar.

"Untuk di Bangka Belitung ini, program DWP Mengajar telah dilakukan di sejumlah PAUD dan hari ini kita laksanakan di SMAN 1 Pangkalpinang. Terkait konsep, hari ini sifatnya kami dan para kader DWP akan berbagi motivasi ke para siswa," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala SMAN 1 Pangkalpinang, Jumani, menilai kegiatan DWP Mengajar memberikan nuansa positif bagi dunia pendidikan di daerah.

"Kegiatan ini sangat positif. Kami paham bagaimana anak-anak menjalani, mengarungi kegiatan. Mereka harus dididik, diberi edukasi dan berbagai hal-hal positif. Yang mana hal-hal positif itu, akan disampaikan oleh bunda-bunda dari DWP dan Bunda Literasi Bangka Belitung hari ini," tutur Jumani.

Jumani berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi kepada para peserta didik. "Semoga pelaksanaan kegiatan ini bisa menginspirasi anak-anak didik di sekolah kami," pungkasnya.

Usai membuka kegiatan, Noni mengunjungi sejumlah kelas di SMAN 1 Pangkalpinang. Ia menyapa para siswa dan memberikan beberapa soal mata pelajaran Bahasa Indonesia kepada sejumlah siswa.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: J. SupranaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Bunda Literasi Babel Ajak Guru SMAN 1 Pangkalpinang Seimbangkan Perkembangan Teknologi dan Penguatan Kualitas SDM

Tue, 10/06/2026 - 16:42

PANGKALPINANG — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengajak kepala sekolah dan guru SMAN 1 Pangkalpinang menyeimbangkan perkembangan teknologi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Noni, kemajuan teknologi yang berlangsung pesat harus diiringi kesiapan SDM agar dunia pendidikan mampu mengikuti perubahan zaman.

"Di era sekarang ini, teknologi sangat berkembang. Kita memang harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, supaya kita tidak tertinggal,” kata Noni dalam sambutannya saat pembukaan acara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mengajar di SMAN 1 Pangkalpinang, Selasa (6/10/2026).

Noni mengatakan penguasaan teknologi saja tidak cukup jika tidak dibarengi kualitas SDM yang memadai.

"Teknologinya ada, SDM-nya kurang mumpuni, itu juga bisa tertinggal. Jadi dua-duanya harus sejalan,” ujarnya.

Menurut Noni, perkembangan teknologi membawa manfaat sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, ia menilai keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kualitas SDM penting diterapkan di lingkungan sekolah, termasuk di SMAN 1 Pangkalpinang sebagai salah satu sekolah unggulan.

“Kami yakin, sekolah ini bisa menerapkan keseimbangan dua hal ini ke para siswa. Kami optimis, sekolah ini akan terus mencetak generasi-generasi penerus terbaik untuk Pangkalpinang dan Bangka Belitung ke depannya,” ujarnya.

Selain kemampuan akademik dan penguasaan teknologi, Noni mengingatkan pentingnya penguatan pendidikan karakter kebangsaan bagi siswa. Ia meminta nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi pijakan di tengah perubahan zaman."Jangan sampai norma-norma kebangsaan kita menjadi hilang,” pesannya.

Noni menilai pendidikan karakter tidak dapat dipisahkan dari penguasaan pengetahuan dan teknologi. Ia berharap SMAN 1 Pangkalpinang terus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.

"Kita butuh SDM penerus yang baik dan berkarakter. Peran sekolah dan guru sangat diperlukan," ujarnya.

"Mari bersama-sama pastikan, generasi penerus kita mampu mengikuti perkembangan teknologi, tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan, yang menjadi pijakan dalam kehidupan," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Ketua TP PKK Babel Harapkan Sekda Fery Perkuat Sinergi dengan Berbagai Pihak

Mon, 10/05/2026 - 19:50

PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, berharap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, semakin memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.

Hal itu disampaikan Noni, usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (5/10/2026).

"Alhamdulillah hari ini Bangka Belitung sudah memiliki Sekda definitif. Mudah-mudahan pak Fery bisa bekerja dengan baik. Semoga pak Fery semakin memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, serta membantu pemerintahan Bangka Belitung berjalan dengan baik dan lebih sukses," ucap Noni.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dalam sambutannya menyampaikan hal senada. Gubernur Hidayat juga meminta seluruh jajaran di pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.

"Selamat pak Fery, mari kita semua bekerja bersama memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat, perkuat sinergitas dengan berbagai pihak, bekerja sesuai aturan dan sepenuh hati, untuk Bangka Belitung maju dan berdaya," ucap Gubernur Hidayat.

Untuk diketahui, pengisian jabatan Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilakukan melalui mekanisme Manajemen Talenta (Mantel). Setelah melalui berbagai proses, muncul tiga nama, yang kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat, untuk mengisi jabatan tersebut.

Tiga nama itu, antara lain Fery Afriyanto, Tarmin dan Darlan. Yang mana, ketiganya telah menjalani penilaian kompetensi teknis melalui penulisan dan presentasi makalah serta wawancara.

Hasil seluruh tahapan tersebut menjadi dasar pengusulan tiga calon kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri, sebelum akhirnya Fery Afriyanto ditetapkan sebagai Sekda definitif Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadiri HUT ke-81 TNI, Ketua TP-PKK Noni Hidayat Berharap TNI Terus Berjaya

Mon, 10/05/2026 - 16:07

PANGKALPINANG — Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (5/10/2026).

Noni mengapresiasi peringatan HUT TNI yang berlangsung khidmat sekaligus semarak. Salah satu rangkaian yang menarik perhatian adalah atraksi tunggal prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa bendera HUT ke-81 TNI di udara.

“Hari ini menghadiri HUT ke-81 TNI. Tadi juga ada atraksi dari TNI AU dan cukup menghibur. Mudah-mudahan TNI kita terus berjaya dan PRIMA. TNI berjaya dan selalu bersinergi,” ujar Noni.

Menurut Noni, semangat sinergi menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan TNI sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap hubungan baik antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh unsur masyarakat terus terjaga.

Bagi Noni, semangat tersebut sejalan dengan pentingnya menjaga kebersamaan dan sinergi antara TNI dengan seluruh elemen di daerah. “Mudah-mudahan TNI kita terus berjaya dan PRIMA, TNI berjaya dan selalu bersinergi,” harap Noni.

Selain mengikuti upacara, Noni turut hadir dalam prosesi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 TNI.

Dalam prosesi tersebut, Noni secara simbolis menyerahkan potongan tumpeng dan kue ulang tahun kepada perwakilan prajurit TNI.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada prajurit TNI yang selama ini menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Upacara dipimpin Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani selaku inspektur upacara.

Dalam upacara tersebut, Gubernur Hidayat Arsani juga membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Amanat tersebut menekankan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat serta menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian.

PRIMA mencakup sikap profesional dalam menjalankan tugas, responsif terhadap ancaman, integratif dalam membangun sinergi, modern dalam penguasaan teknologi dan alat utama sistem persenjataan, serta adaptif terhadap perkembangan dan tuntutan tugas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 045/Garuda Jaya, Danlanud, Danlanal beserta istri, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua DPRD Babel, Wakapolda Babel, pimpinan instansi vertikal, serta para bupati dan wali kota se-Bangka Belitung.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/IbnuEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Gali Gagasan Pengembangan Kerajinan Jawa Timur untuk Dibawa ke Babel

Fri, 10/02/2026 - 22:55

SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mengunjungi Gedung Dekranasda Jawa Timur dan Mirota Batik & Handicraft Surabaya, Jumat (2/10/2026).

Kunjungan itu menjadi ajang menggali gagasan sekaligus melihat praktik pengembangan dan pemasaran kerajinan daerah yang dapat dibawa menjadi referensi bagi perajin Bangka Belitung.

Di Gedung Dekranasda Jawa Timur, Noni bersama jajaran pengurus Dekranasda Babel berdiskusi mengenai pengembangan produk kerajinan, peningkatan kreativitas perajin, hingga peluang memperluas pasar.

Noni mengatakan, kunjungan tersebut penting untuk membuka ruang belajar antardaerah. Setiap daerah memiliki kekayaan produk dan karakter kerajinan yang berbeda, sehingga pengalaman daerah lain dapat menjadi referensi untuk mengembangkan potensi kerajinan di Bangka Belitung.

“Kita datang ke Dekranasda Jawa Timur untuk melihat dan bertukar pikiran. Banyak hal yang bisa kita pelajari, terutama bagaimana mengembangkan produk kerajinan daerah agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah,” ujar Noni.

Usai berdiskusi, Noni bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Mirota Batik & Handicraft Surabaya. Di tempat tersebut, ia melihat beragam produk batik dan kerajinan yang dipasarkan, sekaligus membeli sejumlah pernak-pernik kerajinan.

Menurut Noni, Mirota dapat menjadi referensi dalam melihat bagaimana produk budaya dan kerajinan daerah dikemas serta ditampilkan untuk menarik minat konsumen.

“Yang kita lihat di sini bukan hanya produknya, tetapi bagaimana kerajinan daerah bisa dikemas, ditampilkan, dan dipasarkan dengan menarik. Ini menjadi salah satu hal yang bisa kita pelajari untuk pengembangan produk kerajinan Bangka Belitung,” katanya.

Noni juga menilai batik memiliki peluang pengembangan yang luas. Selain menjadi bahan busana, batik dapat diolah menjadi beragam produk kerajinan dan cendera mata yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Noni di Surabaya dalam momentum Hari Batik Nasional 2026. Sebelumnya, ia menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional di Monumen Kapal Selam Surabaya dengan mengenakan batik Melayu Bangka Belitung dari sentra Pinang Sirih, karya perajin Sundarti.

Melalui pertukaran gagasan dan kunjungan ke pusat pemasaran kerajinan, Dekranasda Babel berupaya menggali referensi pengembangan produk, membuka peluang inovasi, serta mendorong produk perajin Bangka Belitung agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kenakan Batik dari Sentra Pinang Sirih di HBN 2026, Noni Hidayat Ajak Anak Muda Kembangkan Batik Babel

Fri, 10/02/2026 - 22:51

SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, selalu hadir mengenakan pakaian khas daerah Babel setiap menghadiri event-event resmi di Tingkat nasional. Salah satunya mengenakan Batik dari Sentra Pinang Sirih saat menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat (2/10/2026) malam.

Menariknya, setelah menghadiri kegiatan itu, Noni Hidayat langsung memberikan statemen motivasi, mengajak generasi muda terlibat dalam pengembangan batik daerah, dalam hal ini Batik Babel.

Terlebih dalam kesempatan tersebut, Noni mengenakan batik Melayu Bangka Belitung dari sentra batik Pinang Sirih, karya perajin Sundarti.

Noni mengatakan, momentum peringatan HBN ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan batik Bangka Belitung sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku dan penggerak batik dari berbagai daerah.

Lebih lanjut menurut Noni, pelestarian batik tidak cukup dilakukan dengan menjaga warisan budaya, tetapi juga harus diwujudkan melalui penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini saya menghadiri Hari Puncak Batik Nasional. Saya sebagai Bangka Belitung menggunakan batik Melayu dari Pinang Sirih. Batik merupakan budaya kita yang harus kita lestarikan, jadi kita gunakan dan kita cintai,” ujar Noni.

Noni menilai, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga keberlanjutan batik di Bangka Belitung.

Anak muda yang memiliki minat pada seni, kreativitas, dan inovasi, kata dia, diharapkan dapat berkolaborasi dengan perajin untuk mengembangkan batik daerah.

“Saya mengimbau dan mengajak generasi muda Bangka Belitung yang mungkin mempunyai jiwa seni, memiliki ide, inovasi, atau memiliki ketertarikan, yuk bergabung dengan Dekranasda Bangka Belitung. Kita kembangkan batik bersama-sama dengan saya dan para pengrajin Bangka Belitung,” ajaknya.

Menurut Noni, gagasan baru dari generasi muda dapat memperluas pengembangan batik, baik dari sisi desain maupun pemanfaatannya. Dengan demikian, lanjut dia, batik Bangka Belitung dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya daerah.

Puncak HBN 2026 di Monkasel juga menampilkan kekayaan batik dari berbagai daerah melalui konsep “Batik Berlayar”. Dalam kegiatan tersebut, perahu-perahu berornamen batik Jawa Timur menyusuri Sungai Kalimas, dari Taman Prestasi menuju kawasan Monkasel.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadir di Puncak Peringatan HBN Surabaya, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Perluas Cara Pandang Terhadap Batik

Fri, 10/02/2026 - 22:48

SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menghadiri peringatan puncak Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat (02/10/2026) malam.

Kehadiran Noni Hidayat dalam kegiatan Tingkat nasional tersebut, merupakan salah satu ajakan untuk memperluas cara pandang terhadap pemanfaatan batik.

Melalui konsep “Batik Berlayar”, batik tidak hanya ditampilkan sebagai busana atau kain, tetapi juga hadir dalam ruang publik dan berbagai bentuk produk.

Konsep tersebut sejalan dengan pandangan Noni bahwa batik perlu terus dikembangkan agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Noni berkesempatan bertemu dan berbincang dengan Ibu-Ibu Seruni Kabinet Merah Putih (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia) serta Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin.

Dari pertemuan tersebut, Noni melihat adanya ruang yang luas untuk mengembangkan batik tidak sebatas pada pakaian.

Menurutnya, kreativitas para perajin dapat diarahkan untuk menghadirkan batik dalam berbagai produk dan lingkungan masyarakat.

“Batik itu tidak hanya di baju. Bisa juga kita temui di jalan, fasilitas publik, fasilitas umum, dalam bentuk sebuah cangkir atau bahan, masuk dalam bagian kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai baju, bisa dibuat dengan apa pun,” ujar Noni.

Menurut Noni, gagasan tersebut juga relevan untuk pengembangan batik Bangka Belitung. Para perajin dan pelaku ekonomi kreatif dapat mengeksplorasi penggunaan motif dan unsur batik ke dalam produk yang dekat dengan aktivitas masyarakat.

Karena itu, Noni mengajak para pelaku batik di Bangka Belitung untuk tidak berhenti pada produk busana, tetapi terus mencari bentuk baru yang dapat memperluas penggunaan batik.

Berbagai bentuk inovasi dan pertukaran gagasan antardaerah, kata Noni, menjadi ruang untuk terus mengembangkan batik, termasuk batik Bangka Belitung, agar tetap dekat dengan masyarakat dan berkembang mengikuti zaman. “Mari kita berinovasi dengan batik Bangka Belitung,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia (YBI), Gita Gilang Kencana, mengatakan batik merupakan budaya yang terus hidup sehingga keberadaannya tidak harus dibatasi pada ruang formal.

“Batik adalah budaya yang hidup. Karena itu, batik tidak harus selalu berada di tempat yang formal. Batik bisa hadir di ruang publik, di jalan, di perjalanan, dan di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Gita.

Konsep “Batik Berlayar” sendiri menjadi bagian dari puncak HBN 2026 di Surabaya. Melalui konsep tersebut, karya batik dibawa menyusuri Sungai Kalimas menggunakan perahu yang dihiasi ornamen batik Jawa Timur, dari Taman Prestasi menuju Monkasel. Selain itu, Peringatan HBN 2026 juga menyoroti Batik Tulungagung sebagai salah satu kekayaan batik daerah.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Tampil Memukau di Penutupan Kriyanusa 2026, Kenakan Tenun Cual Karya Destiani

Thu, 10/01/2026 - 04:05

JAKARTA — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut berpartisipasi dan tampil memukau dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Dekranasda Provinsi di Panggung Utama Pameran Kriyanusa 2026, Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).

Parade pakaian daerah ini, menjadi bagian dari rangkaian penutupan Kriyanusa 2026, sekaligus ruang promosi bagi beragam wastra Nusantara.

Mengenakan busana berbahan tenun cual karya desainer lokal asal Bangka Belitung, Destiani, Noni tampil anggun dan memukau.

Dibincangi usai mengikuti fashion show, Noni menyebut bahwa hal ini merupakan salah satu upaya mempromosikan kekayaan budaya daerah.

“Hari ini seluruh Ketua Dekranasda Provinsi se-Indonesia tampil memperagakan wastra daerah masing-masing. Baju yang saya gunakan ini adalah baju cual khas Bangka Belitung, karya dari Destiani,” ungkap Noni.

Noni mengungapkan, penampilannya di acara tersebut, menjadi momen. Ia mengaku kembali merasakan suasana fashion show yang pernah digelutinya sebelum mengemban amanah sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Saya sudah lama sekali tidak ikut fashion show. Kalau dulu, memang profesi saya di bidang ini. Hari ini, momen itu terulang lagi di acara Dekranasda. Jujur, agak deg-degan karena disaksikan oleh banyak pihak, tetapi alhamdulillah semua berjalan sukses dan lancar,” tuturnya.

Tak hanya tampil di parade, Noni juga meninjau stan Dekranasda Bangka Belitung dan melihat langsung antusiasme pengunjung terhadap produk kerajinan daerah. Ia menyebut keikutsertaan Bangka Belitung dalam Kriyanusa 2026, memberikan hasil positif bagi para perajin lokal.

“Tadi juga saya meninjau dan melihat langsung stan Dekranasda Bangka Belitung. Produknya laris manis. Alhamdulillah Kriyanusa 2026 sudah selesai dan kita sudah menampilkan performa terbaik menggunakan wastra daerah di acara penutupan ini. Sampai jumpa di Kriyanusa 2027,” pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Catatkan Transaksi Hingga Rp43 Juta, Noni Hidayat Bangga Rajutan Babel Banyak Dicari di Pameran Kriyanusa 2026

Thu, 10/01/2026 - 03:52

JAKARTA — Kerajinan rajutan asal Bangka Belitung mencatat transaksi hingga Rp43 juta pada hari terakhir pelaksanaan pameran Kriyanusa 2026, yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).

Capaian ini, menjadi perhatian Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.

Noni menilai, capaian itu menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap produk kerajinan dari Bangka Belitung.

"Alhamdulillah, sangat bangga sekali, rajutan Bangka Belitung banyak dicari masyarakat yang hadir di Pameran Kriyanusa 2026 ini,” kata Noni, saat mengunjungi stan Bangka Belitung di pameran tersebut.

Menurut Noni, tingginya minat pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan perajin. "Mau tahu penghasilannya berapa? Penjualan on the spot hari ini saja sudah mencapai Rp 43 juta," ucapnya.

Noni menjelaskan, angka tersebut merupakan transaksi langsung produk rajutan pada hari terakhir pameran.

Nilai itu, lanjut Noni, belum termasuk akumulasi penjualan selama pameran, pemesanan secara daring, maupun omzet perajin Bangka Belitung lainnya yang turut berpartisipasi.

Dalam kesempatan itu, Noni mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada perajin lokal, dengan membeli dan menggunakan produk kerajinan Bangka Belitung.

"Ayo terus dukung pengrajin kita. Jangan lupa dibeli ya Seperadik, gunakan karya pengrajin kita dengan rasa bangga dan cinta," ajaknya.

Noni berharap, keikutsertaan dalam pameran berskala nasional seperti Kriyanusa dapat menjadi batu loncatan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas produk.

"Semoga UMKM dan Ekraf kita semakin dicintai, terus naik kelas dan mendunia. Bukan hanya di Pangkalpinang, Bangka Belitung atau Nasional saja, tapi produk kita juga dapat diterima di pasar internasional,” pungkasnya

Untuk diketahui, Pameran Kriyanusa 2026 telah berlangsung sejak 26 September 2026 lalu. Keikutsertaan perajin Bangka Belitung dalam pameran tersebut, menjadi salah satu upaya dalam memperluas pasar, sekaligus menguji daya saing produk lokal di tingkat nasional.

Selain meninjau stan kerajinan daerah, pada hari yang sama Noni Hidayat Arsani juga dijadwalkan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) kategori Dekranasda Provinsi di panggung utama Kriyanusa 2026.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Wastra dan Kriya Babel di Pameran Kriyanusa 2026 Sukses Pikat Pengunjung, Jadi Angin Segar Bagi Perajin di Daerah

Wed, 09/30/2026 - 17:18

JAKARTA — Sejak dibuka pada 26 September lalu, pameran Kriyanusa 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, menjadi ruang pertemuan produk kerajinan daerah dengan pencinta seni, kolektor kain tradisional dan pelaku industri kreatif, dari berbagai daerah di Indonesia.

Di hari terakhir pameran, pada Rabu (30/9/2026), sejumlah kriya dan wastra Bangka Belitung (Babel), yakni Kain tenun Cual dan kerajinan anyaman resam, yang terpajang di gerai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi daya tarik tersendiri dan memikat para pengunjung.

Rani, salah satu pengunjung pameran asal Jakarta Selatan, mengaku tertarik setelah melihat langsung kain tenun Cual yang dipajang di gerai Bangka Belitung dan memutuskan membeli sehelai kain cual.

"Dari tadi saya keliling, tapi pas lewat stan Bangka Belitung, langsung terpukau sama warna dan motif tenun Cual-nya. Motifnya sangat klasik, warnanya punya sentuhan modern. Pas banget untuk dijadikan dress atau kain bawahan kebaya," kata Rani.

Selain tenun Cual, Rani juga membeli sejumlah kerajinan berbahan anyaman resam dari gerai Bangka Belitung, untuk dijadikan buah tangan bagi kerabatnya.

"Anyaman resamnya sangat rapi dan kokoh. Harganya juga sangat sepadan dengan kualitas dan nilai seni yang ditawarkan," ujarnya.

"Dari sini saya jadi tahu, ternyata kerajinan Bangka Belitung itu sangat beragam. Intinya, Bangka Belitung ini tidak cuma dikenal soal timah dan hasil lautnya saja, tapi produk kerajinannya juga bagus-bagus," sambungnya.

Lebih lanjut Rani menilai, pelaksanaan pameran beragam produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kriyanusa 2026 ini, sangat membantu masyarakat ibu kota untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya daerah tanpa harus bepergian jauh.

Untuk diketahui, selain dipadati pengunjung, Tim Gerai Dekranasda Bangka Belitung tampak sibuk menjelaskan ke calon pembeli mengenai sejarah motif, bahan, hingga proses pembuatan berbagai produk yang terpajang di gerai Bangka Belitung.

Hal ini, menjadi angin segar sekaligus bukti bagi para perajin lokal Bangka Belitung, bahwa dengan inovasi yang tepat, kriya daerah mampu memiliki daya saing dan daya tarik tinggi, serta diterima dengan sangat baik oleh pasar nasional di ibu kota.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Produk Kerajinan Pulau Bangka dan Belitung Ditempatkan di Satu Zona, Unjuk Gigi di Pameran Kriyanusa 2026 Jakarta

Wed, 09/30/2026 - 17:06

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatukan produk kerajinan dan ekonomi kreatif dari Pulau Bangka dan Belitung dalam satu zona, pada Pameran Kriyanusa 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).

Kolaborasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu, menjadi wajah baru keikutsertaan daerah di pameran kerajinan nasional yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada 26–30 September 2026.

Penyatuan stan tersebut, dilakukan untuk memudahkan pengunjung dan masyarakat Bangka Belitung di perantauan, melihat beragam produk unggulan daerah dalam satu lokasi.

Kepala Disbudparkepora Babel melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudparkepora Babel, Zayuni, mengatakan, pihaknya bersama Disperindag mengelola dua stan berukuran masing-masing 3x3 meter.

Disbudparkepora, kata Zayuni, mendampingi pelaku ekonomi kreatif dari Pulau Bangka, sedangkan Disperindag membawa pelaku usaha dari Pulau Belitung.

"Tahun 2026 ini kami berkolaborasi dengan Disperindag. Karena terdapat dua stan masing-masing berukuran 3x3 meter, kami berbagi peran. Dinas Pariwisata mendampingi pelaku ekonomi kreatif dari Pulau Bangka, sedangkan Disperindag memboyong pelaku usaha dari Pulau Belitung," jelas Zayuni.

Menurut Zayuni, konsep stan terpadu tersebut merupakan arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani dan Ketua Dekranasda, Noni Hidayat Arsani.

"Kami ucapkan terima kasih atas arahan Pak Gubernur dan Ibu Ketua Dekranasda. Selama ini pameran kita terkesan terpisah-pisah di hall yang berbeda sehingga pengunjung sering bertanya-tanya," tuturnya.

"Sekarang kita menyatu dalam satu stan Bangka Belitung, sehingga para tamu maupun warga Bangka Belitung yang berdomisili di Jakarta bisa melihat keberagaman produk kita di satu tempat," sambungnya.

Lebih lanjut Zayuni mengungkapkan, antusiasme pengunjung terhadap produk ekonomi kreatif Bangka Belitung cukup tinggi sejak hari pertama pameran. Produk rajutan, kata Zayuni, menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.

"Sejak hari pertama, pengunjung sangat luar biasa di produk rajutan. Produk rajutan kita ini menjadi daya tarik tersendiri karena keunikannya yang jarang ditemukan di stan provinsi lain," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra mengatakan, seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung, terwakili dalam pameran tersebut, mulai dari Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, hingga Belitung.

"Semua wilayah terwakili dengan baik. Tahun ini kita mengusung konsep kebersamaan sesuai arahan Ibu Ketua Dekranasda Babel, Ibu Noni Hidayat Arsani," ungkap Subekti.

"Desain stan dibuat elegan dengan memadukan warna khas kuning dan merah serta sentuhan motif Kain Cual Bangka Belitung," lanjutnya.

Subekti mengatakan, produk kriya dan wastra yang dibawa ke Kriyanusa 2026 telah melalui proses seleksi dan kurasi oleh kurator serta desainer berskala nasional.

"Produk-produk yang kita tampilkan memiliki kualitas tinggi dan bukan kaleng-kaleng. Kurasinya berlapis oleh desainer nasional, mulai dari wastra kain cual, batik motif daerah, kerajinan bambu, kerang, rajutan, hingga kriya berbasis batu pinang. Semuanya dipastikan memenuhi standar pameran nasional," ujarnya.

Menurut Subekti, Pameran Kriyanusa 2026 menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas pasar produk lokal dan membuka peluang keberlanjutan usaha para perajin daerah.

"Kriyanusa 2026 adalah pameran bergengsi yang dihadiri oleh Pengurus Dekranasda Pusat, para Ibu Gubernur dan Ketua Dekranasda dari seluruh Indonesia. Ini menjadi momen penting bagi para perajin Babel untuk menampilkan produk mulia mereka di tingkat nasional," tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Masyarakat 8 Desa di Bangka Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Hidayat Usai Puluhan Tahun Berjuang untuk Plasma 20 Persen

Wed, 09/30/2026 - 07:51

BANGKA – Penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) terkait Program Plasma 20 persen PT Gunung Maras Lestari (GML), di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (29/9/2026), menjadi cerita sangat mengharukan bagi masyarakat setempat.

Bahkan, masyarakat 8 Desa di Bangka, yakni Desa Bakam, Desa Dalil, Desa Mabat, Desa Mangka, Desa Air Duren, Desa Bukit Layang, Desa Kayu Besi dan Desa Sempan itu, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Hidayat Arsani yang baru memimpin Babel sejak 17 April 2025 lalu, dan usai puluhan tahun berjuang, kini mampu membantu merealisasikan apa yang menjadi keinginan masyarakat delapan desa di Kecamatan Bakam tersebut, berupa plasma 20 persen, diawali dengan penandatangan MoU. 

Salah satunya, Ketua Koperasi Produsen Bukit Pukang Sejahtera, Bakam, Abdul Rojak, menyampaikan, apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada Gubernur Babel, Hidayat Arsani atas terealisasinya kesepakatan ini.

Rozak mengungkapkan, perjuangan masyarakat untuk mendapatkan kepastian kebun plasma sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak awal perusahaan berdiri.

​"Perjuangan ini, sebenarnya sudah lama untuk menuntut realisasi plasma. Alhamdulillah, setelah sekian lama dan melewati masa peremajaan (replanting), baru sekarang bisa dikabulkan. Terima kasih Pak Gubernur," ucap Rojak.

MoU yang telah ditandatangani, dikatakan Rojak, tahap awal. Pihaknya kini tengah mempersiapkan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bersifat lebih teknis.

Selain itu, koperasi juga masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) dari bupati terkait penetapan daftar anggota penerima manfaat.

"​Saat ini, data yang telah diajukan oleh koperasi kami mencakup sebanyak 594 Kepala Keluarga (KK) dari masyarakat desa setempat," ungkapnya.

Dengan adanya program 20 persen kebun plasma ini, diharapkan Rozak, dapat membawa dampak positif bagi perekonomian warga lokal. Hasil dari pengolahan kebun plasma tersebut nantinya akan dibagikan langsung kepada seluruh anggota koperasi yang terdaftar.

​"Harapan saya ke depan, koperasi ini dapat terus berkembang dan membantu perekonomian warga agar bisa hidup lebih layak," tutup Rojak.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Bakam, Syafei. Dia mengungkapkan, selama puluhan tahun masyarakat menanyakan kejelasan adanya plasma 20 persen.

​"Sudah puluhan tahun kami menunggu kepastian. Hari ini kami sangat senang dengan adanya plasma 20 persen ini. Apalagi ini tanpa beban hutang," ujar Syafei.

​Menurutnya, perjuangan masyarakat untuk menuntut hak plasma 20 persen ini, telah melalui proses yang sangat panjang dan bertahap.

Masyarakat menuntut adanya plasma 20 persen dari luasan HGU, dinilainya, telah sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian.

​Melalui kesepakatan ini, dia berharap pengelolaan program plasma dapat berjalan transparan dan memberikan dampak ekonomi yang positif secara berkelanjutan bagi warga sekitar.

Tak lupa dia juga menyampaikan beribu terima kasih kepada Gubernur Babel, Hidayat Arsani beserta jajarannya, yang telah membantu mewujudkan mimpi masyarakat di Kecamatan Bakam.

Kepala Desa Bakam, Mashur, mengapresiasi terealisasinya kesepakatan tersebut. Menurut dia, program plasma 20 persen memberikan peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat delapan desa.

"Kehadiran Pak Gubernur di tengah-tengah kami sangat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ini membawa dampak yang sangat dalam bagi kami atas keberhasilan ini," ujar Mashur.

Mashur mengatakan, masyarakat juga mendapat manfaat melalui program CSR, termasuk bantuan kepesertaan BPJS Kesehatan. Pemerintah desa, kata dia, akan mendata warga kurang mampu yang belum terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk diusulkan mendapat bantuan dari PT GML.

"Nanti kita lihat masyarakat kita yang tidak mampu dan belum mendapat PBI. Itu yang kita akomodir untuk kita ajukan menjadi penerima PBI dari bantuan PT GML," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Hidayat mengapresiasi PT GML yang merealisasikan program plasma tersebut. Ia meminta lahan yang diserahkan dikelola secara produktif, transparan dan bertanggung jawab agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

"Hari ini kita berterima kasih kepada PT GML yang sudah melaksanakan plasma 20 persen. Kita bangga program ini untuk rakyat. Ini pertama kali dilakukan di Indonesia," kata Hidayat.

Hidayat mengatakan, pemerintah akan memastikan program tersebut berjalan dengan baik, terutama karena penerima manfaatnya mencapai sekitar 7.000 orang.

"Ada sekitar 7.000 orang yang menikmati plasma ini sehingga kami akan memastikan program ini berjalan dengan baik. Saya ucapkan selamat menikmati plasma ini. Jadilah plasma ini sebagai ibadah kita, hak kita. Mudah-mudahan nanti pertumbuhannya lebih baik," ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, koperasi desa memiliki peran penting dalam mengorganisasi dan mengelola kepentingan masyarakat penerima manfaat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Babel Konfrensi Pers terkait Kepres Pemberhentian Sementara Wakil Gubernur

Tue, 09/29/2026 - 08:25

PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), telah menerima petikan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 102/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian Sementara Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Masa Jabatan Tahun 2025–2030.

Keppres ini, diterbitkan pada tanggal 23 September 2026 dan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menindaklanjutinya, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menggelar Konferensi Pers pengumuman hal tersebut, yang berlangsung di ruang rapat Tanjung Pesona Lantai 1 Kantor Gubernur, Senin (28/9/2026) yang dihadiri Inspektur Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Imam Kusnadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Eko Sentosa,  serta Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibnu Suzano.

Mengawali Konferensi Pers, Eko Sentosa menuturkan konfrensi pers ini merupakan wujud akuntabilitas pemerintah daerah dalam merespons dinamika hukum yang berkembang.

“Langkah ini kami ambil sebagai wujud akuntabilitas pemerintah daerah dalam memberikan informasi yang akurat, berimbang dan sesuai peraturan perundang-undangan, guna menghindari informasi yang keliru, spekulatif, di tengah-tengah masyarakat,” ucap Eko Yang kemudian di lanjutkan oleh Imam Kusnadi selaku Inspektur Daerah.

Imam menyampaikan terkait narasi dan substansi Keppres tersebut, yang menetapkan pemberhentian sementara Hellyana dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, masa jabatan 2025-2030.

“Pemberhentian sementara ini adalah prosedur administrasi tata negara yang wajar, ketika Kepala atau Wakil Kepala Daerah menjalani proses hukum, yang berlaku hingga adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau inkrah,” tutur Imam.

 

Imam menyampaikan, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung sangat menghormati proses hukum, dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Berdasarkan diktum ketiga pada Keppres tersebut, lanjut dia, tugas Wakil Gubernur akan dilaksanakan langsung oleh Gubernur.

Imam dalam kesempatan itu juga memastikan, roda pemerintahan dan pelayanan publik di lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, tetap berjalan normal.

“Berdasarkan diktum ketiga pada Keppres nomor 102/P Tahun 2026, Bapak Hidayat Arsani selaku Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, akan melaksanakan tugas-tugas Wakil Gubernur," jelasnya.

"Adapun pelaksaaan lebih lanjut mengenai pelaksanaan keputusan ini, akan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri,” ucapnya.

Lebih lanjut Imam mengatakan, terhitung sejak terbitnya Keppres ini, sejumlah hak yang melekat pada Wakil Gubernur yang diberhentikan sementara, seperti hak protokoler, hak keuangan dan biaya operasional kepala daerah, hingga hak sarana prasarana, bakal turut dihentikan.

“Hak protokoler, seperti ADC dan lainnya dihentikan. Hak keuangan seperti biaya operasional (BOP) Wakil Gubernur juga dihentikan. Sarana prasarana, seperti rumah, mobil dinas, serta sarana lainnya juga tidak diberikan, hingga terbit putusan pengadilan yang inkrah," terangnya.

Namun, lanjut Imam, berdasarkan pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala atau Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan sementara, hanya menerima tiga hak, yakni gaji pokok, tunjangan istri atau suami dan tunjangan anak.

Imam menambahkan, apabila dalam putusan pengadilan, Kepala atau Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan sementara dinyatakan tidak bersalah, maka akan dilakukan rehabilitasi terhadap nama baik dan kedudukannya sebagai Kepala atau Wakil Kepala Daerah, dikembalikan seperti sedia kala.

"Tetapi kalau putusan pengadilan menetapkan sebaliknya, satu hari pun, itu akan langsung diberhentikan. Kami tetap menunggu proses hukum hingga diterbitkan putusan hukum tetap,” tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Jo FandiEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Safari Maulid, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Teladani Kehidupan Rasulullah SAW

Mon, 09/28/2026 - 21:13

PANGKALPINANG — Rangkaian Safari Maulid tahun ketiga, yang mengusung tema “Belajar Cinta kepada Rasulullah” resmi ditutup di S.M Convention Hall, Pangkalpinang, Senin (28/9/2026). Kegiatan itu dihadiri ribuan masyarakat dan diisi dengan tausiah dari Pipik Dian Irawati (Ummi Pipik) serta influencer sekaligus artis Wardatina.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, yang juga hadir dalam kesempatan itu, mengajak  umat Islam memperkuat silaturahmi dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

"Rangkaian Safari Maulid hingga penutupan hari ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengajak masyarakat meneladani kehidupan Rasulullah SAW," kata Noni, dalam sambutannya.

Noni mengatakan, keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui kasih sayang, persaudaraan, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ujar Noni.

Noni berharap keteladanan Rasulullah dapat menginspirasi masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik dan turut menjaga persatuan Indonesia. Ia juga mengajak umat Islam menjadikan Al Quran dan hadis sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Semoga kegiatan ini mempererat tali silaturahmi kita dan kita bisa meneladani Rasulullah Muhammad SAW, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan turut menjaga persatuan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ummi Pipik dalam tausiahnya mengingatkan, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh penilaian manusia, melainkan ketakwaannya kepada Allah SWT.

“Tolak ukur kemuliaan manusia dilihat dari takwanya. Ketika kita bertakwa, Allah akan memuliakan kita,” ujar Ummi Pipik.

Ia mengatakan, kekuatan perempuan tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menghadapi keadaan, tetapi juga melalui kekuatan iman.

Menurutnya, kemampuan memaafkan, bangkit setelah terjatuh, berdamai dengan keadaan, dan tetap berbuat baik meski mendapat perlakuan buruk merupakan bentuk kekuatan yang bersumber dari iman.

Ummi Pipik juga menekankan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak shalawat atau menjalankan sunnah dalam bentuk ibadah. Kecintaan tersebut, lanjut dia, harus diwujudkan dengan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita cinta sama Nabi, cinta itu membuahkan ketaatan. Kalau kita cinta sama Nabi berarti kita harus taat. Apa yang Nabi lakukan, apa yang Nabi ajarkan, ya kita contoh,” ucapnya.

Menutup tausiahnya, Ummi Pipik mengajak umat terus berbuat baik dan memuliakan orang lain. Karena, menurut Ummi Pipik, setiap kebaikan yang dilakukan tidak akan sia-sia di hadapan Allah SWT.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Vera/FloEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Ajarkan Kader PKK Kecamatan Gabek Olah Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang Jadi Stik Ikan

Mon, 09/28/2026 - 17:39

PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali melaksanakan program kegiatan yang menyasar ibu-ibu rumah tangga.

Untuk kali ini, TP PKK Babel menyasar wilayah Kecamatan Gabek. Mereka mengajarkan kader TP PKK Kecamatan Gabek bagaimana mengolah Ikan Tenggiri, Telur Cumi hingga Udang menjadi stik ikan, melalui Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Laut Dalam Bentuk Makanan Ringan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing Produk.

Kegiatan yang berlangsung di Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Jalan Lintas Timur Pangkalpinang, pada Senin (28/9/2026) tersebut, diikuti puluhan Kader PKK Desa dan Kelurahan, yang tersebar di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, dengan menghadirkan owner Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Era Mayasari.

Di kegiatan yang merupakan bagian dari Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) tersebut, peserta diajarkan beragam keahlian, di antaranya mengolah bahan baku dari hasil laut, berupa Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang, yang dikreasikan menjadi stik ikan, yang merupakan salah satu cemilan khas Bangka Belitung.

Selain itu, peserta juga diedukasi tentang cara mengemas produk, agar semakin menarik di mata konsumen, serta mampu menembus pasar Nasional bahkan Internasional.

Berkenaan dengan hal ini, Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya PKK dalam merangkul dan memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta upaya menciptakan potensi ekonomi baru di daerah.

"Hari ini kita menghadirkan Bu Era sebagai narasumber. Ini upaya PKK dalam merangkul dan memberdayakan pelaku UMKM, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta upaya menciptakan potensi ekonomi baru di daerah," kata Noni.

"Bu Era mengedukasi kader PKK Kecamatan Gabek dan masyarakat sekitar, tentang cara mengolah bahan baku dari hasil laut, yakni Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang, yang dikreasikan menjadi stik ikan," sambungnya.

Noni berharap, acara tersebut dapat bermanfaat bagi peserta dan mampu menambah variasi dan daya saing produk UMKM di daerah.

"Meski peserta tidak memiliki UMKM, tapi mereka bisa menjadikan stik ikan ini sebagai cemilan keluarga. Makanan dengan bahan baku ikan sangat bermanfaat untuk kesehatan," ujarnya.

"Karena mengandung banyak vitamin yang dibutuhkan juga untuk pertumbuhan anak-anak. Semoga acara ini bermanfaat, khususnya bagi masyarakat sekitar dan Kepulauan Bangka Belitung," lanjutnya.

Sementara itu, owner Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Era Mayasari mengungkapkan bahwa stik ikan, merupakan inovasi dari kericu.

"Produk utama kita Kericu, tapi kita inovasikan lagi menjadi stik ikan. Bahannya beragam, bisa menggunakan ikan tenggiri, telur cumi ataupun udang," jelas Era.

Melansir dari berbagai sumber, Stik Ikan Bangka Belitung, merupakan salah satu cemilan kering tradisional khas Kepulauan Bangka Belitung, yang sangat populer dan kerap dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan.

Hidangan ini dibuat menggunakan bahan dasar utama daging ikan segar, seperti ikan tenggiri yang dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung sagu, telur dan bumbu dapur.

Berbeda dengan fish stick Barat yang dilapisi tepung roti, stik ikan Bangka Belitung memiliki adonan yang diulen hingga Kalis, dibentuk silinder memanjang tipis mirip French fries, lalu digoreng hingga garing.

Rasa cemilan ini sangat gurih dengan aroma ikan yang kuat serta teksturyang yang sangat renyah dan rapuh saat digigit. Makanan ini memiliki kemiripan dengan getas, hanya saja teksturnya berbeda pada bentuk cetakannya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Ferdinand/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pages