Feed aggregator

Ketua TP PKK Babel Harapkan Sekda Fery Perkuat Sinergi dengan Berbagai Pihak

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Mon, 10/05/2026 - 19:50

PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, berharap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, semakin memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.

Hal itu disampaikan Noni, usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (5/10/2026).

"Alhamdulillah hari ini Bangka Belitung sudah memiliki Sekda definitif. Mudah-mudahan pak Fery bisa bekerja dengan baik. Semoga pak Fery semakin memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, serta membantu pemerintahan Bangka Belitung berjalan dengan baik dan lebih sukses," ucap Noni.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dalam sambutannya menyampaikan hal senada. Gubernur Hidayat juga meminta seluruh jajaran di pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.

"Selamat pak Fery, mari kita semua bekerja bersama memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat, perkuat sinergitas dengan berbagai pihak, bekerja sesuai aturan dan sepenuh hati, untuk Bangka Belitung maju dan berdaya," ucap Gubernur Hidayat.

Untuk diketahui, pengisian jabatan Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilakukan melalui mekanisme Manajemen Talenta (Mantel). Setelah melalui berbagai proses, muncul tiga nama, yang kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat, untuk mengisi jabatan tersebut.

Tiga nama itu, antara lain Fery Afriyanto, Tarmin dan Darlan. Yang mana, ketiganya telah menjalani penilaian kompetensi teknis melalui penulisan dan presentasi makalah serta wawancara.

Hasil seluruh tahapan tersebut menjadi dasar pengusulan tiga calon kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri, sebelum akhirnya Fery Afriyanto ditetapkan sebagai Sekda definitif Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Jo Fandi/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadiri HUT ke-81 TNI, Ketua TP-PKK Noni Hidayat Berharap TNI Terus Berjaya

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Mon, 10/05/2026 - 16:07

PANGKALPINANG — Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (5/10/2026).

Noni mengapresiasi peringatan HUT TNI yang berlangsung khidmat sekaligus semarak. Salah satu rangkaian yang menarik perhatian adalah atraksi tunggal prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa bendera HUT ke-81 TNI di udara.

“Hari ini menghadiri HUT ke-81 TNI. Tadi juga ada atraksi dari TNI AU dan cukup menghibur. Mudah-mudahan TNI kita terus berjaya dan PRIMA. TNI berjaya dan selalu bersinergi,” ujar Noni.

Menurut Noni, semangat sinergi menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan TNI sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap hubungan baik antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh unsur masyarakat terus terjaga.

Bagi Noni, semangat tersebut sejalan dengan pentingnya menjaga kebersamaan dan sinergi antara TNI dengan seluruh elemen di daerah. “Mudah-mudahan TNI kita terus berjaya dan PRIMA, TNI berjaya dan selalu bersinergi,” harap Noni.

Selain mengikuti upacara, Noni turut hadir dalam prosesi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 TNI.

Dalam prosesi tersebut, Noni secara simbolis menyerahkan potongan tumpeng dan kue ulang tahun kepada perwakilan prajurit TNI.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada prajurit TNI yang selama ini menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Upacara dipimpin Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani selaku inspektur upacara.

Dalam upacara tersebut, Gubernur Hidayat Arsani juga membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Amanat tersebut menekankan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat serta menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian.

PRIMA mencakup sikap profesional dalam menjalankan tugas, responsif terhadap ancaman, integratif dalam membangun sinergi, modern dalam penguasaan teknologi dan alat utama sistem persenjataan, serta adaptif terhadap perkembangan dan tuntutan tugas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 045/Garuda Jaya, Danlanud, Danlanal beserta istri, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua DPRD Babel, Wakapolda Babel, pimpinan instansi vertikal, serta para bupati dan wali kota se-Bangka Belitung.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/IbnuEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Gali Gagasan Pengembangan Kerajinan Jawa Timur untuk Dibawa ke Babel

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Fri, 10/02/2026 - 22:55

SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mengunjungi Gedung Dekranasda Jawa Timur dan Mirota Batik & Handicraft Surabaya, Jumat (2/10/2026).

Kunjungan itu menjadi ajang menggali gagasan sekaligus melihat praktik pengembangan dan pemasaran kerajinan daerah yang dapat dibawa menjadi referensi bagi perajin Bangka Belitung.

Di Gedung Dekranasda Jawa Timur, Noni bersama jajaran pengurus Dekranasda Babel berdiskusi mengenai pengembangan produk kerajinan, peningkatan kreativitas perajin, hingga peluang memperluas pasar.

Noni mengatakan, kunjungan tersebut penting untuk membuka ruang belajar antardaerah. Setiap daerah memiliki kekayaan produk dan karakter kerajinan yang berbeda, sehingga pengalaman daerah lain dapat menjadi referensi untuk mengembangkan potensi kerajinan di Bangka Belitung.

“Kita datang ke Dekranasda Jawa Timur untuk melihat dan bertukar pikiran. Banyak hal yang bisa kita pelajari, terutama bagaimana mengembangkan produk kerajinan daerah agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah,” ujar Noni.

Usai berdiskusi, Noni bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Mirota Batik & Handicraft Surabaya. Di tempat tersebut, ia melihat beragam produk batik dan kerajinan yang dipasarkan, sekaligus membeli sejumlah pernak-pernik kerajinan.

Menurut Noni, Mirota dapat menjadi referensi dalam melihat bagaimana produk budaya dan kerajinan daerah dikemas serta ditampilkan untuk menarik minat konsumen.

“Yang kita lihat di sini bukan hanya produknya, tetapi bagaimana kerajinan daerah bisa dikemas, ditampilkan, dan dipasarkan dengan menarik. Ini menjadi salah satu hal yang bisa kita pelajari untuk pengembangan produk kerajinan Bangka Belitung,” katanya.

Noni juga menilai batik memiliki peluang pengembangan yang luas. Selain menjadi bahan busana, batik dapat diolah menjadi beragam produk kerajinan dan cendera mata yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Noni di Surabaya dalam momentum Hari Batik Nasional 2026. Sebelumnya, ia menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional di Monumen Kapal Selam Surabaya dengan mengenakan batik Melayu Bangka Belitung dari sentra Pinang Sirih, karya perajin Sundarti.

Melalui pertukaran gagasan dan kunjungan ke pusat pemasaran kerajinan, Dekranasda Babel berupaya menggali referensi pengembangan produk, membuka peluang inovasi, serta mendorong produk perajin Bangka Belitung agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kenakan Batik dari Sentra Pinang Sirih di HBN 2026, Noni Hidayat Ajak Anak Muda Kembangkan Batik Babel

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Fri, 10/02/2026 - 22:51

SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, selalu hadir mengenakan pakaian khas daerah Babel setiap menghadiri event-event resmi di Tingkat nasional. Salah satunya mengenakan Batik dari Sentra Pinang Sirih saat menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat (2/10/2026) malam.

Menariknya, setelah menghadiri kegiatan itu, Noni Hidayat langsung memberikan statemen motivasi, mengajak generasi muda terlibat dalam pengembangan batik daerah, dalam hal ini Batik Babel.

Terlebih dalam kesempatan tersebut, Noni mengenakan batik Melayu Bangka Belitung dari sentra batik Pinang Sirih, karya perajin Sundarti.

Noni mengatakan, momentum peringatan HBN ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan batik Bangka Belitung sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku dan penggerak batik dari berbagai daerah.

Lebih lanjut menurut Noni, pelestarian batik tidak cukup dilakukan dengan menjaga warisan budaya, tetapi juga harus diwujudkan melalui penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini saya menghadiri Hari Puncak Batik Nasional. Saya sebagai Bangka Belitung menggunakan batik Melayu dari Pinang Sirih. Batik merupakan budaya kita yang harus kita lestarikan, jadi kita gunakan dan kita cintai,” ujar Noni.

Noni menilai, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga keberlanjutan batik di Bangka Belitung.

Anak muda yang memiliki minat pada seni, kreativitas, dan inovasi, kata dia, diharapkan dapat berkolaborasi dengan perajin untuk mengembangkan batik daerah.

“Saya mengimbau dan mengajak generasi muda Bangka Belitung yang mungkin mempunyai jiwa seni, memiliki ide, inovasi, atau memiliki ketertarikan, yuk bergabung dengan Dekranasda Bangka Belitung. Kita kembangkan batik bersama-sama dengan saya dan para pengrajin Bangka Belitung,” ajaknya.

Menurut Noni, gagasan baru dari generasi muda dapat memperluas pengembangan batik, baik dari sisi desain maupun pemanfaatannya. Dengan demikian, lanjut dia, batik Bangka Belitung dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya daerah.

Puncak HBN 2026 di Monkasel juga menampilkan kekayaan batik dari berbagai daerah melalui konsep “Batik Berlayar”. Dalam kegiatan tersebut, perahu-perahu berornamen batik Jawa Timur menyusuri Sungai Kalimas, dari Taman Prestasi menuju kawasan Monkasel.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadir di Puncak Peringatan HBN Surabaya, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Perluas Cara Pandang Terhadap Batik

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Fri, 10/02/2026 - 22:48

SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menghadiri peringatan puncak Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat (02/10/2026) malam.

Kehadiran Noni Hidayat dalam kegiatan Tingkat nasional tersebut, merupakan salah satu ajakan untuk memperluas cara pandang terhadap pemanfaatan batik.

Melalui konsep “Batik Berlayar”, batik tidak hanya ditampilkan sebagai busana atau kain, tetapi juga hadir dalam ruang publik dan berbagai bentuk produk.

Konsep tersebut sejalan dengan pandangan Noni bahwa batik perlu terus dikembangkan agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Noni berkesempatan bertemu dan berbincang dengan Ibu-Ibu Seruni Kabinet Merah Putih (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia) serta Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin.

Dari pertemuan tersebut, Noni melihat adanya ruang yang luas untuk mengembangkan batik tidak sebatas pada pakaian.

Menurutnya, kreativitas para perajin dapat diarahkan untuk menghadirkan batik dalam berbagai produk dan lingkungan masyarakat.

“Batik itu tidak hanya di baju. Bisa juga kita temui di jalan, fasilitas publik, fasilitas umum, dalam bentuk sebuah cangkir atau bahan, masuk dalam bagian kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai baju, bisa dibuat dengan apa pun,” ujar Noni.

Menurut Noni, gagasan tersebut juga relevan untuk pengembangan batik Bangka Belitung. Para perajin dan pelaku ekonomi kreatif dapat mengeksplorasi penggunaan motif dan unsur batik ke dalam produk yang dekat dengan aktivitas masyarakat.

Karena itu, Noni mengajak para pelaku batik di Bangka Belitung untuk tidak berhenti pada produk busana, tetapi terus mencari bentuk baru yang dapat memperluas penggunaan batik.

Berbagai bentuk inovasi dan pertukaran gagasan antardaerah, kata Noni, menjadi ruang untuk terus mengembangkan batik, termasuk batik Bangka Belitung, agar tetap dekat dengan masyarakat dan berkembang mengikuti zaman. “Mari kita berinovasi dengan batik Bangka Belitung,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia (YBI), Gita Gilang Kencana, mengatakan batik merupakan budaya yang terus hidup sehingga keberadaannya tidak harus dibatasi pada ruang formal.

“Batik adalah budaya yang hidup. Karena itu, batik tidak harus selalu berada di tempat yang formal. Batik bisa hadir di ruang publik, di jalan, di perjalanan, dan di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Gita.

Konsep “Batik Berlayar” sendiri menjadi bagian dari puncak HBN 2026 di Surabaya. Melalui konsep tersebut, karya batik dibawa menyusuri Sungai Kalimas menggunakan perahu yang dihiasi ornamen batik Jawa Timur, dari Taman Prestasi menuju Monkasel. Selain itu, Peringatan HBN 2026 juga menyoroti Batik Tulungagung sebagai salah satu kekayaan batik daerah.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo Fandi/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Noni Hidayat Tampil Memukau di Penutupan Kriyanusa 2026, Kenakan Tenun Cual Karya Destiani

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Thu, 10/01/2026 - 04:05

JAKARTA — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut berpartisipasi dan tampil memukau dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Dekranasda Provinsi di Panggung Utama Pameran Kriyanusa 2026, Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).

Parade pakaian daerah ini, menjadi bagian dari rangkaian penutupan Kriyanusa 2026, sekaligus ruang promosi bagi beragam wastra Nusantara.

Mengenakan busana berbahan tenun cual karya desainer lokal asal Bangka Belitung, Destiani, Noni tampil anggun dan memukau.

Dibincangi usai mengikuti fashion show, Noni menyebut bahwa hal ini merupakan salah satu upaya mempromosikan kekayaan budaya daerah.

“Hari ini seluruh Ketua Dekranasda Provinsi se-Indonesia tampil memperagakan wastra daerah masing-masing. Baju yang saya gunakan ini adalah baju cual khas Bangka Belitung, karya dari Destiani,” ungkap Noni.

Noni mengungapkan, penampilannya di acara tersebut, menjadi momen. Ia mengaku kembali merasakan suasana fashion show yang pernah digelutinya sebelum mengemban amanah sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Saya sudah lama sekali tidak ikut fashion show. Kalau dulu, memang profesi saya di bidang ini. Hari ini, momen itu terulang lagi di acara Dekranasda. Jujur, agak deg-degan karena disaksikan oleh banyak pihak, tetapi alhamdulillah semua berjalan sukses dan lancar,” tuturnya.

Tak hanya tampil di parade, Noni juga meninjau stan Dekranasda Bangka Belitung dan melihat langsung antusiasme pengunjung terhadap produk kerajinan daerah. Ia menyebut keikutsertaan Bangka Belitung dalam Kriyanusa 2026, memberikan hasil positif bagi para perajin lokal.

“Tadi juga saya meninjau dan melihat langsung stan Dekranasda Bangka Belitung. Produknya laris manis. Alhamdulillah Kriyanusa 2026 sudah selesai dan kita sudah menampilkan performa terbaik menggunakan wastra daerah di acara penutupan ini. Sampai jumpa di Kriyanusa 2027,” pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Catatkan Transaksi Hingga Rp43 Juta, Noni Hidayat Bangga Rajutan Babel Banyak Dicari di Pameran Kriyanusa 2026

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Thu, 10/01/2026 - 03:52

JAKARTA — Kerajinan rajutan asal Bangka Belitung mencatat transaksi hingga Rp43 juta pada hari terakhir pelaksanaan pameran Kriyanusa 2026, yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).

Capaian ini, menjadi perhatian Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.

Noni menilai, capaian itu menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap produk kerajinan dari Bangka Belitung.

"Alhamdulillah, sangat bangga sekali, rajutan Bangka Belitung banyak dicari masyarakat yang hadir di Pameran Kriyanusa 2026 ini,” kata Noni, saat mengunjungi stan Bangka Belitung di pameran tersebut.

Menurut Noni, tingginya minat pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan perajin. "Mau tahu penghasilannya berapa? Penjualan on the spot hari ini saja sudah mencapai Rp 43 juta," ucapnya.

Noni menjelaskan, angka tersebut merupakan transaksi langsung produk rajutan pada hari terakhir pameran.

Nilai itu, lanjut Noni, belum termasuk akumulasi penjualan selama pameran, pemesanan secara daring, maupun omzet perajin Bangka Belitung lainnya yang turut berpartisipasi.

Dalam kesempatan itu, Noni mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada perajin lokal, dengan membeli dan menggunakan produk kerajinan Bangka Belitung.

"Ayo terus dukung pengrajin kita. Jangan lupa dibeli ya Seperadik, gunakan karya pengrajin kita dengan rasa bangga dan cinta," ajaknya.

Noni berharap, keikutsertaan dalam pameran berskala nasional seperti Kriyanusa dapat menjadi batu loncatan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas produk.

"Semoga UMKM dan Ekraf kita semakin dicintai, terus naik kelas dan mendunia. Bukan hanya di Pangkalpinang, Bangka Belitung atau Nasional saja, tapi produk kita juga dapat diterima di pasar internasional,” pungkasnya

Untuk diketahui, Pameran Kriyanusa 2026 telah berlangsung sejak 26 September 2026 lalu. Keikutsertaan perajin Bangka Belitung dalam pameran tersebut, menjadi salah satu upaya dalam memperluas pasar, sekaligus menguji daya saing produk lokal di tingkat nasional.

Selain meninjau stan kerajinan daerah, pada hari yang sama Noni Hidayat Arsani juga dijadwalkan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) kategori Dekranasda Provinsi di panggung utama Kriyanusa 2026.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Wastra dan Kriya Babel di Pameran Kriyanusa 2026 Sukses Pikat Pengunjung, Jadi Angin Segar Bagi Perajin di Daerah

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Wed, 09/30/2026 - 17:18

JAKARTA — Sejak dibuka pada 26 September lalu, pameran Kriyanusa 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, menjadi ruang pertemuan produk kerajinan daerah dengan pencinta seni, kolektor kain tradisional dan pelaku industri kreatif, dari berbagai daerah di Indonesia.

Di hari terakhir pameran, pada Rabu (30/9/2026), sejumlah kriya dan wastra Bangka Belitung (Babel), yakni Kain tenun Cual dan kerajinan anyaman resam, yang terpajang di gerai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi daya tarik tersendiri dan memikat para pengunjung.

Rani, salah satu pengunjung pameran asal Jakarta Selatan, mengaku tertarik setelah melihat langsung kain tenun Cual yang dipajang di gerai Bangka Belitung dan memutuskan membeli sehelai kain cual.

"Dari tadi saya keliling, tapi pas lewat stan Bangka Belitung, langsung terpukau sama warna dan motif tenun Cual-nya. Motifnya sangat klasik, warnanya punya sentuhan modern. Pas banget untuk dijadikan dress atau kain bawahan kebaya," kata Rani.

Selain tenun Cual, Rani juga membeli sejumlah kerajinan berbahan anyaman resam dari gerai Bangka Belitung, untuk dijadikan buah tangan bagi kerabatnya.

"Anyaman resamnya sangat rapi dan kokoh. Harganya juga sangat sepadan dengan kualitas dan nilai seni yang ditawarkan," ujarnya.

"Dari sini saya jadi tahu, ternyata kerajinan Bangka Belitung itu sangat beragam. Intinya, Bangka Belitung ini tidak cuma dikenal soal timah dan hasil lautnya saja, tapi produk kerajinannya juga bagus-bagus," sambungnya.

Lebih lanjut Rani menilai, pelaksanaan pameran beragam produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kriyanusa 2026 ini, sangat membantu masyarakat ibu kota untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya daerah tanpa harus bepergian jauh.

Untuk diketahui, selain dipadati pengunjung, Tim Gerai Dekranasda Bangka Belitung tampak sibuk menjelaskan ke calon pembeli mengenai sejarah motif, bahan, hingga proses pembuatan berbagai produk yang terpajang di gerai Bangka Belitung.

Hal ini, menjadi angin segar sekaligus bukti bagi para perajin lokal Bangka Belitung, bahwa dengan inovasi yang tepat, kriya daerah mampu memiliki daya saing dan daya tarik tinggi, serta diterima dengan sangat baik oleh pasar nasional di ibu kota.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Produk Kerajinan Pulau Bangka dan Belitung Ditempatkan di Satu Zona, Unjuk Gigi di Pameran Kriyanusa 2026 Jakarta

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Wed, 09/30/2026 - 17:06

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatukan produk kerajinan dan ekonomi kreatif dari Pulau Bangka dan Belitung dalam satu zona, pada Pameran Kriyanusa 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026).

Kolaborasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu, menjadi wajah baru keikutsertaan daerah di pameran kerajinan nasional yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada 26–30 September 2026.

Penyatuan stan tersebut, dilakukan untuk memudahkan pengunjung dan masyarakat Bangka Belitung di perantauan, melihat beragam produk unggulan daerah dalam satu lokasi.

Kepala Disbudparkepora Babel melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudparkepora Babel, Zayuni, mengatakan, pihaknya bersama Disperindag mengelola dua stan berukuran masing-masing 3x3 meter.

Disbudparkepora, kata Zayuni, mendampingi pelaku ekonomi kreatif dari Pulau Bangka, sedangkan Disperindag membawa pelaku usaha dari Pulau Belitung.

"Tahun 2026 ini kami berkolaborasi dengan Disperindag. Karena terdapat dua stan masing-masing berukuran 3x3 meter, kami berbagi peran. Dinas Pariwisata mendampingi pelaku ekonomi kreatif dari Pulau Bangka, sedangkan Disperindag memboyong pelaku usaha dari Pulau Belitung," jelas Zayuni.

Menurut Zayuni, konsep stan terpadu tersebut merupakan arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani dan Ketua Dekranasda, Noni Hidayat Arsani.

"Kami ucapkan terima kasih atas arahan Pak Gubernur dan Ibu Ketua Dekranasda. Selama ini pameran kita terkesan terpisah-pisah di hall yang berbeda sehingga pengunjung sering bertanya-tanya," tuturnya.

"Sekarang kita menyatu dalam satu stan Bangka Belitung, sehingga para tamu maupun warga Bangka Belitung yang berdomisili di Jakarta bisa melihat keberagaman produk kita di satu tempat," sambungnya.

Lebih lanjut Zayuni mengungkapkan, antusiasme pengunjung terhadap produk ekonomi kreatif Bangka Belitung cukup tinggi sejak hari pertama pameran. Produk rajutan, kata Zayuni, menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.

"Sejak hari pertama, pengunjung sangat luar biasa di produk rajutan. Produk rajutan kita ini menjadi daya tarik tersendiri karena keunikannya yang jarang ditemukan di stan provinsi lain," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra mengatakan, seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung, terwakili dalam pameran tersebut, mulai dari Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, hingga Belitung.

"Semua wilayah terwakili dengan baik. Tahun ini kita mengusung konsep kebersamaan sesuai arahan Ibu Ketua Dekranasda Babel, Ibu Noni Hidayat Arsani," ungkap Subekti.

"Desain stan dibuat elegan dengan memadukan warna khas kuning dan merah serta sentuhan motif Kain Cual Bangka Belitung," lanjutnya.

Subekti mengatakan, produk kriya dan wastra yang dibawa ke Kriyanusa 2026 telah melalui proses seleksi dan kurasi oleh kurator serta desainer berskala nasional.

"Produk-produk yang kita tampilkan memiliki kualitas tinggi dan bukan kaleng-kaleng. Kurasinya berlapis oleh desainer nasional, mulai dari wastra kain cual, batik motif daerah, kerajinan bambu, kerang, rajutan, hingga kriya berbasis batu pinang. Semuanya dipastikan memenuhi standar pameran nasional," ujarnya.

Menurut Subekti, Pameran Kriyanusa 2026 menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas pasar produk lokal dan membuka peluang keberlanjutan usaha para perajin daerah.

"Kriyanusa 2026 adalah pameran bergengsi yang dihadiri oleh Pengurus Dekranasda Pusat, para Ibu Gubernur dan Ketua Dekranasda dari seluruh Indonesia. Ini menjadi momen penting bagi para perajin Babel untuk menampilkan produk mulia mereka di tingkat nasional," tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: FarisFotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Masyarakat 8 Desa di Bangka Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Hidayat Usai Puluhan Tahun Berjuang untuk Plasma 20 Persen

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Wed, 09/30/2026 - 07:51

BANGKA – Penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) terkait Program Plasma 20 persen PT Gunung Maras Lestari (GML), di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (29/9/2026), menjadi cerita sangat mengharukan bagi masyarakat setempat.

Bahkan, masyarakat 8 Desa di Bangka, yakni Desa Bakam, Desa Dalil, Desa Mabat, Desa Mangka, Desa Air Duren, Desa Bukit Layang, Desa Kayu Besi dan Desa Sempan itu, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Hidayat Arsani yang baru memimpin Babel sejak 17 April 2025 lalu, dan usai puluhan tahun berjuang, kini mampu membantu merealisasikan apa yang menjadi keinginan masyarakat delapan desa di Kecamatan Bakam tersebut, berupa plasma 20 persen, diawali dengan penandatangan MoU. 

Salah satunya, Ketua Koperasi Produsen Bukit Pukang Sejahtera, Bakam, Abdul Rojak, menyampaikan, apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada Gubernur Babel, Hidayat Arsani atas terealisasinya kesepakatan ini.

Rozak mengungkapkan, perjuangan masyarakat untuk mendapatkan kepastian kebun plasma sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak awal perusahaan berdiri.

​"Perjuangan ini, sebenarnya sudah lama untuk menuntut realisasi plasma. Alhamdulillah, setelah sekian lama dan melewati masa peremajaan (replanting), baru sekarang bisa dikabulkan. Terima kasih Pak Gubernur," ucap Rojak.

MoU yang telah ditandatangani, dikatakan Rojak, tahap awal. Pihaknya kini tengah mempersiapkan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bersifat lebih teknis.

Selain itu, koperasi juga masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) dari bupati terkait penetapan daftar anggota penerima manfaat.

"​Saat ini, data yang telah diajukan oleh koperasi kami mencakup sebanyak 594 Kepala Keluarga (KK) dari masyarakat desa setempat," ungkapnya.

Dengan adanya program 20 persen kebun plasma ini, diharapkan Rozak, dapat membawa dampak positif bagi perekonomian warga lokal. Hasil dari pengolahan kebun plasma tersebut nantinya akan dibagikan langsung kepada seluruh anggota koperasi yang terdaftar.

​"Harapan saya ke depan, koperasi ini dapat terus berkembang dan membantu perekonomian warga agar bisa hidup lebih layak," tutup Rojak.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Bakam, Syafei. Dia mengungkapkan, selama puluhan tahun masyarakat menanyakan kejelasan adanya plasma 20 persen.

​"Sudah puluhan tahun kami menunggu kepastian. Hari ini kami sangat senang dengan adanya plasma 20 persen ini. Apalagi ini tanpa beban hutang," ujar Syafei.

​Menurutnya, perjuangan masyarakat untuk menuntut hak plasma 20 persen ini, telah melalui proses yang sangat panjang dan bertahap.

Masyarakat menuntut adanya plasma 20 persen dari luasan HGU, dinilainya, telah sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian.

​Melalui kesepakatan ini, dia berharap pengelolaan program plasma dapat berjalan transparan dan memberikan dampak ekonomi yang positif secara berkelanjutan bagi warga sekitar.

Tak lupa dia juga menyampaikan beribu terima kasih kepada Gubernur Babel, Hidayat Arsani beserta jajarannya, yang telah membantu mewujudkan mimpi masyarakat di Kecamatan Bakam.

Kepala Desa Bakam, Mashur, mengapresiasi terealisasinya kesepakatan tersebut. Menurut dia, program plasma 20 persen memberikan peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat delapan desa.

"Kehadiran Pak Gubernur di tengah-tengah kami sangat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ini membawa dampak yang sangat dalam bagi kami atas keberhasilan ini," ujar Mashur.

Mashur mengatakan, masyarakat juga mendapat manfaat melalui program CSR, termasuk bantuan kepesertaan BPJS Kesehatan. Pemerintah desa, kata dia, akan mendata warga kurang mampu yang belum terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk diusulkan mendapat bantuan dari PT GML.

"Nanti kita lihat masyarakat kita yang tidak mampu dan belum mendapat PBI. Itu yang kita akomodir untuk kita ajukan menjadi penerima PBI dari bantuan PT GML," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Hidayat mengapresiasi PT GML yang merealisasikan program plasma tersebut. Ia meminta lahan yang diserahkan dikelola secara produktif, transparan dan bertanggung jawab agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

"Hari ini kita berterima kasih kepada PT GML yang sudah melaksanakan plasma 20 persen. Kita bangga program ini untuk rakyat. Ini pertama kali dilakukan di Indonesia," kata Hidayat.

Hidayat mengatakan, pemerintah akan memastikan program tersebut berjalan dengan baik, terutama karena penerima manfaatnya mencapai sekitar 7.000 orang.

"Ada sekitar 7.000 orang yang menikmati plasma ini sehingga kami akan memastikan program ini berjalan dengan baik. Saya ucapkan selamat menikmati plasma ini. Jadilah plasma ini sebagai ibadah kita, hak kita. Mudah-mudahan nanti pertumbuhannya lebih baik," ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, koperasi desa memiliki peran penting dalam mengorganisasi dan mengelola kepentingan masyarakat penerima manfaat.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/YoskaEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pemprov Babel Konfrensi Pers terkait Kepres Pemberhentian Sementara Wakil Gubernur

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Tue, 09/29/2026 - 08:25

PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), telah menerima petikan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 102/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian Sementara Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Masa Jabatan Tahun 2025–2030.

Keppres ini, diterbitkan pada tanggal 23 September 2026 dan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menindaklanjutinya, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menggelar Konferensi Pers pengumuman hal tersebut, yang berlangsung di ruang rapat Tanjung Pesona Lantai 1 Kantor Gubernur, Senin (28/9/2026) yang dihadiri Inspektur Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Imam Kusnadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Eko Sentosa,  serta Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibnu Suzano.

Mengawali Konferensi Pers, Eko Sentosa menuturkan konfrensi pers ini merupakan wujud akuntabilitas pemerintah daerah dalam merespons dinamika hukum yang berkembang.

“Langkah ini kami ambil sebagai wujud akuntabilitas pemerintah daerah dalam memberikan informasi yang akurat, berimbang dan sesuai peraturan perundang-undangan, guna menghindari informasi yang keliru, spekulatif, di tengah-tengah masyarakat,” ucap Eko Yang kemudian di lanjutkan oleh Imam Kusnadi selaku Inspektur Daerah.

Imam menyampaikan terkait narasi dan substansi Keppres tersebut, yang menetapkan pemberhentian sementara Hellyana dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, masa jabatan 2025-2030.

“Pemberhentian sementara ini adalah prosedur administrasi tata negara yang wajar, ketika Kepala atau Wakil Kepala Daerah menjalani proses hukum, yang berlaku hingga adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau inkrah,” tutur Imam.

 

Imam menyampaikan, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung sangat menghormati proses hukum, dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Berdasarkan diktum ketiga pada Keppres tersebut, lanjut dia, tugas Wakil Gubernur akan dilaksanakan langsung oleh Gubernur.

Imam dalam kesempatan itu juga memastikan, roda pemerintahan dan pelayanan publik di lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, tetap berjalan normal.

“Berdasarkan diktum ketiga pada Keppres nomor 102/P Tahun 2026, Bapak Hidayat Arsani selaku Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, akan melaksanakan tugas-tugas Wakil Gubernur," jelasnya.

"Adapun pelaksaaan lebih lanjut mengenai pelaksanaan keputusan ini, akan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri,” ucapnya.

Lebih lanjut Imam mengatakan, terhitung sejak terbitnya Keppres ini, sejumlah hak yang melekat pada Wakil Gubernur yang diberhentikan sementara, seperti hak protokoler, hak keuangan dan biaya operasional kepala daerah, hingga hak sarana prasarana, bakal turut dihentikan.

“Hak protokoler, seperti ADC dan lainnya dihentikan. Hak keuangan seperti biaya operasional (BOP) Wakil Gubernur juga dihentikan. Sarana prasarana, seperti rumah, mobil dinas, serta sarana lainnya juga tidak diberikan, hingga terbit putusan pengadilan yang inkrah," terangnya.

Namun, lanjut Imam, berdasarkan pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala atau Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan sementara, hanya menerima tiga hak, yakni gaji pokok, tunjangan istri atau suami dan tunjangan anak.

Imam menambahkan, apabila dalam putusan pengadilan, Kepala atau Wakil Kepala Daerah yang diberhentikan sementara dinyatakan tidak bersalah, maka akan dilakukan rehabilitasi terhadap nama baik dan kedudukannya sebagai Kepala atau Wakil Kepala Daerah, dikembalikan seperti sedia kala.

"Tetapi kalau putusan pengadilan menetapkan sebaliknya, satu hari pun, itu akan langsung diberhentikan. Kami tetap menunggu proses hukum hingga diterbitkan putusan hukum tetap,” tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Jo FandiEditor: ImeldaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Safari Maulid, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Teladani Kehidupan Rasulullah SAW

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Mon, 09/28/2026 - 21:13

PANGKALPINANG — Rangkaian Safari Maulid tahun ketiga, yang mengusung tema “Belajar Cinta kepada Rasulullah” resmi ditutup di S.M Convention Hall, Pangkalpinang, Senin (28/9/2026). Kegiatan itu dihadiri ribuan masyarakat dan diisi dengan tausiah dari Pipik Dian Irawati (Ummi Pipik) serta influencer sekaligus artis Wardatina.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, yang juga hadir dalam kesempatan itu, mengajak  umat Islam memperkuat silaturahmi dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

"Rangkaian Safari Maulid hingga penutupan hari ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengajak masyarakat meneladani kehidupan Rasulullah SAW," kata Noni, dalam sambutannya.

Noni mengatakan, keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui kasih sayang, persaudaraan, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ujar Noni.

Noni berharap keteladanan Rasulullah dapat menginspirasi masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik dan turut menjaga persatuan Indonesia. Ia juga mengajak umat Islam menjadikan Al Quran dan hadis sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Semoga kegiatan ini mempererat tali silaturahmi kita dan kita bisa meneladani Rasulullah Muhammad SAW, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan turut menjaga persatuan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ummi Pipik dalam tausiahnya mengingatkan, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh penilaian manusia, melainkan ketakwaannya kepada Allah SWT.

“Tolak ukur kemuliaan manusia dilihat dari takwanya. Ketika kita bertakwa, Allah akan memuliakan kita,” ujar Ummi Pipik.

Ia mengatakan, kekuatan perempuan tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menghadapi keadaan, tetapi juga melalui kekuatan iman.

Menurutnya, kemampuan memaafkan, bangkit setelah terjatuh, berdamai dengan keadaan, dan tetap berbuat baik meski mendapat perlakuan buruk merupakan bentuk kekuatan yang bersumber dari iman.

Ummi Pipik juga menekankan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak shalawat atau menjalankan sunnah dalam bentuk ibadah. Kecintaan tersebut, lanjut dia, harus diwujudkan dengan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita cinta sama Nabi, cinta itu membuahkan ketaatan. Kalau kita cinta sama Nabi berarti kita harus taat. Apa yang Nabi lakukan, apa yang Nabi ajarkan, ya kita contoh,” ucapnya.

Menutup tausiahnya, Ummi Pipik mengajak umat terus berbuat baik dan memuliakan orang lain. Karena, menurut Ummi Pipik, setiap kebaikan yang dilakukan tidak akan sia-sia di hadapan Allah SWT.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Vera/FloEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Ajarkan Kader PKK Kecamatan Gabek Olah Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang Jadi Stik Ikan

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Mon, 09/28/2026 - 17:39

PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali melaksanakan program kegiatan yang menyasar ibu-ibu rumah tangga.

Untuk kali ini, TP PKK Babel menyasar wilayah Kecamatan Gabek. Mereka mengajarkan kader TP PKK Kecamatan Gabek bagaimana mengolah Ikan Tenggiri, Telur Cumi hingga Udang menjadi stik ikan, melalui Pelatihan Vocational Pengolahan Hasil Laut Dalam Bentuk Makanan Ringan dan Edukasi Peningkatan Daya Saing Produk.

Kegiatan yang berlangsung di Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Jalan Lintas Timur Pangkalpinang, pada Senin (28/9/2026) tersebut, diikuti puluhan Kader PKK Desa dan Kelurahan, yang tersebar di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, dengan menghadirkan owner Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Era Mayasari.

Di kegiatan yang merupakan bagian dari Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) tersebut, peserta diajarkan beragam keahlian, di antaranya mengolah bahan baku dari hasil laut, berupa Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang, yang dikreasikan menjadi stik ikan, yang merupakan salah satu cemilan khas Bangka Belitung.

Selain itu, peserta juga diedukasi tentang cara mengemas produk, agar semakin menarik di mata konsumen, serta mampu menembus pasar Nasional bahkan Internasional.

Berkenaan dengan hal ini, Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya PKK dalam merangkul dan memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta upaya menciptakan potensi ekonomi baru di daerah.

"Hari ini kita menghadirkan Bu Era sebagai narasumber. Ini upaya PKK dalam merangkul dan memberdayakan pelaku UMKM, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta upaya menciptakan potensi ekonomi baru di daerah," kata Noni.

"Bu Era mengedukasi kader PKK Kecamatan Gabek dan masyarakat sekitar, tentang cara mengolah bahan baku dari hasil laut, yakni Ikan Tenggiri, Telur Cumi dan Udang, yang dikreasikan menjadi stik ikan," sambungnya.

Noni berharap, acara tersebut dapat bermanfaat bagi peserta dan mampu menambah variasi dan daya saing produk UMKM di daerah.

"Meski peserta tidak memiliki UMKM, tapi mereka bisa menjadikan stik ikan ini sebagai cemilan keluarga. Makanan dengan bahan baku ikan sangat bermanfaat untuk kesehatan," ujarnya.

"Karena mengandung banyak vitamin yang dibutuhkan juga untuk pertumbuhan anak-anak. Semoga acara ini bermanfaat, khususnya bagi masyarakat sekitar dan Kepulauan Bangka Belitung," lanjutnya.

Sementara itu, owner Galeri Kericu dan Ampiang Cantiqa, Era Mayasari mengungkapkan bahwa stik ikan, merupakan inovasi dari kericu.

"Produk utama kita Kericu, tapi kita inovasikan lagi menjadi stik ikan. Bahannya beragam, bisa menggunakan ikan tenggiri, telur cumi ataupun udang," jelas Era.

Melansir dari berbagai sumber, Stik Ikan Bangka Belitung, merupakan salah satu cemilan kering tradisional khas Kepulauan Bangka Belitung, yang sangat populer dan kerap dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan.

Hidangan ini dibuat menggunakan bahan dasar utama daging ikan segar, seperti ikan tenggiri yang dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung sagu, telur dan bumbu dapur.

Berbeda dengan fish stick Barat yang dilapisi tepung roti, stik ikan Bangka Belitung memiliki adonan yang diulen hingga Kalis, dibentuk silinder memanjang tipis mirip French fries, lalu digoreng hingga garing.

Rasa cemilan ini sangat gurih dengan aroma ikan yang kuat serta teksturyang yang sangat renyah dan rapuh saat digigit. Makanan ini memiliki kemiripan dengan getas, hanya saja teksturnya berbeda pada bentuk cetakannya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Ferdinand/FarisEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Hadiri Pelantikan PD Persatuan Istri Purnawirawan Babel, Noni Ingatkan Masyarakat tidak Lupakan Sejarah

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Sat, 09/26/2026 - 16:13

PANGKALPINANG - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menghadiri acara pelantikan Pimpinan Daerah Persatuan Istri Purnawirawan (Perip) Kepulauan Bangka Belitung di Aula Kantor Kwarda, Pangkalpinang, Sabtu (26/9/2026).

Kehadiran Noni menjadi bentuk dukungan moral dan apresiasi terhadap kontribusi para purnawirawan beserta keluarganya dalam pembangunan daerah.

​Noni menyampaikan pentingnya menghargai sejarah dan peran para senior yang telah berkontribusi bagi daerah.

Mengutip pesan Gubernur, Noni mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan sejarah karena sejarah merupakan fondasi yang membentuk kondisi saat ini.

"Kita mengapresiasi organisasi Perip, Persatuan Istri Purnawirawan. Seperti kata Pak Gubernur, kita tidak boleh melupakan sejarah karena sejarah itulah yang membentuk kita saat ini. Apapun itu, kita harus menghargai dan mengapresiasi," kata Noni saat ditemui usai acara pelantikan.

​Noni menyampaikan  kedatangannya adalah untuk memberikan dukungan penuh kepada para anggota Perip yang dinilainya sebagai figur senior yang patut dibanggakan dan merupakan istri purnawirawan yang sudah sekian lama mendampingi suami dalam keadaan suka maupun duka.

​Noni mengapresiasi keaktifan Perip yang rutin menggelar berbagai kegiatan dan pertemuan setiap bulannya dan berharap pimpinan daerah Perip yang baru dilantik dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik.

​"Mudah-mudahan antarorganisasi di Bangka Belitung ini kita semua bisa kompak, bisa menjaga persatuan dan kesatuan sehingga Bangka Belitung aman, jaya, dan tentram," ungkapnya.

Sementara itu, Pembina PERIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol. (Purn) Zaidan menekankan pentingnya merealisasikan visi dan misi organisasi Perip terutama dalam memperkuat hubungan internal dan kepedulian sosial.

​"Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu mewujudkan apa yang ada dalam visi dan misi organisasi. Di antaranya bagaimana menciptakan soliditas antar pengurus serta meningkatkan kepedulian terhadap para anggota PERIP," ucapnya.

​Lebih lanjut dijelaskannya, sebagai bagian dari keluarga purnawirawan TNI-Polri, organisasi ini memiliki peran sosial yang cukup besar sehingga kepekaan terhadap kondisi anggota maupun masyarakat luas menjadi hal yang sangat krusial.

​"Orientasi kegiatan kita banyak yang menyentuh bantuan sosial. Pengurus harus peka terhadap kondisi sosial anggota maupun masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, kehadiran PERIP benar-benar memberikan manfaat nyata, baik bagi internal organisasi maupun untuk masyarakat luas," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perip yang baru, Etty Zaidan berkomitmen untuk mempertahankan silaturahmi rutin serta memperkuat program kepedulian sosial bagi para anggotanya.

​Kendati Perip sempat vakum secara kepemimpinan, lanjutnya, namun para anggota tetap menjaga komitmen bersama untuk berkumpul dan bersilaturahmi.

​"Alhamdulillah, karena ini sudah dua tahun vakum, tetapi para anggota Perip tetap melaksanakan rutin pertemuan setiap bulan," tutur Etty.

​Setelah resmi dilantik, kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan program kerja prioritas. ​Salah satu kegiatan sosial yang terus dipertahankan adalah program anjangsana. Kegiatan ini difokuskan untuk mengunjungi serta memberikan perhatian kepada para purnawirawan dan warakawuri.

​"Kita ada anjangsana ke rumah anggota yang purnawirawan, baik TNI AD, TNI AL, TNI AU, maupun Polri. Jika kita mendapat informasi bahwa mereka sedang membutuhkan perhatian, kita kunjungi dan berikan bingkisan," tutupnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: ibnu/floEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Edukasi Kader di Kecamatan Sungailiat, Sulap Sampah Organik Rumah Tangga jadi Eco Enzym

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Fri, 09/25/2026 - 16:30

BANGKA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memberikan edukasi kepada para kader PKK Kecamatan Sungailiat, melalui sosialisasi dan pembinaan gerakan pengelolaan sampah skala rumah tangga, di Aula Kantor Camat Sungailiat, Kabupaten Bangka, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Ketua TP PKK Provinsi Babel, Noni Hidayat Arsani yang diwakili Ketua Bidang III TP PKK Babel Ellyana.

Melalui sosialisasi ini, para kader PKK dari desa dan kelurahan di Kecamatan Sungailiat ini, diharapkan dapat menerapkan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah.

Mengawali sambutannya, Ellyana mengatakan, Kabupaten Bangka, khususnya Kecamatan Sungailiat, menjadi lokasi keempat pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Belitung, Belitung Timur, dan Bangka Tengah.

"Setelah ini, kegiatan ini akan menyasar Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Selatan," ungkap Ellyana.

Ellyana mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi persoalan sampah rumah tangga yang masih kerap dihadapi masyarakat, terutama para ibu rumah tangga.

Menurut dia, kondisi itu perlu diatasi melalui pengelolaan sampah dari tingkat keluarga. Karena itu, para peserta diajak mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan kembali, sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.

"Sehari pun, ibu-ibu tak akan pernah terlepas dari persoalan sampah rumah tangga. Makanya, hari ini ibu-ibu semua kami ajak untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi Eco-Enzyme," jelasnya.

Ellyana berpesan kepada para peserta kegiatan untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi peserta dan dapat diimplementasikan di masyarakat.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat, setelah ini kami harap para peserta dapat mensosialisasikan pembuatan eco-enzyme ini ke masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Camat Sungailiat, Lingga Pranata menilai, kegiatan ini merupakan salah satu solusi dalam, mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah rumah tangga.

Menurut Lingga, Eco Enzyme yang bersumber dari hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, dapat dimanfaatkan menjadi pupuk yang dapat menyuburkan tanaman.

"Terima kasih untuk TP PKK Provinsi telah memberikan ilmu yang berharga dan bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya untuk petani. Karena Eco Enzyme ini bisa menyuburkan tanaman," tutur Lingga.

Senada dengan Ellyana, Lingga berpesan kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

"Selamat mengikuti pelatihan, ikuti pelatihan dengan serius, cemati materi yang diberikan, kemudian terapkan ilmu yang diterima ke masyarakat," pesannya.

 

Cara Membuat Eco-Enzyme

Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fenti Halida, dalam kegiatan itu menjelaskan bahan dan tahapan pembuatan eco-enzyme.

Bahan yang diperlukan, kata Fenti, terdiri atas wadah plastik bermulut lebar atau drum plastik, satu kilogram gula aren, tiga kilogram sampah organik rumah tangga, serta 10 liter air.

"Untuk bahannya, siapkan wadah plastik yang bermulut lebar, atau bisa juga menggunakan drum plastik, kemudian satu kilogram gula aren, tiga kilogram sampah organik rumah tangga dan sepuluh liter air," jelas Fenti.

Proses pembuatannya, kata Fenti, dimulai dengan menghaluskan gula aren. Sampah organik seperti kulit atau sisa buah, lanjut dia, kemudian dicacah menjadi bagian-bagian kecil.

Selanjutnya, kata Fenti menerangkan, gula aren dan sampah organik dimasukkan ke dalam wadah yang telah berisi 10 liter air. Campuran tersebut, lanjut dia, kemudian didiamkan selama tiga bulan untuk menjalani proses fermentasi.

"Jangan lupa proses fermentasinya dipantau. Sesekali tutupnya dibuka. Kemudian jauhkan dari jangkauan anak-anak," pesannya.

Setelah fermentasi selesai, kata Fenti, sampah disaring dan cairannya dapat ditempatkan dalam botol plastic.

Untuk penggunaan pada tanaman, Fenti menyebut eco-enzyme dapat dilarutkan dengan takaran satu tutup botol untuk satu liter air.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Royan/J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Kekeringan Belum Reda, Ratusan Pegawai Pemprov Babel Ikuti Salat Istisqa’

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Fri, 09/25/2026 - 11:10

PANGKALPINANG — Hingga saat ini, kekeringan akibat kemarau Panjang beberapa bulan terakhir masih belum reda. Sehingga banyak masyarakat mengalami kekurangan persediaan air bersih, dan kondisi rawan bencana kebakaran selalui mengancam.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus berikhtiar dengan berbagai cara agar persoalan tersebut bisa segera ditangani. Salah satunya, melalui doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT agar segera diturunkan hujan.

Seperti pada Jumat (25/9/2026) pagi, ratusan Pegawai di Lingkungan Pemprov Babel mengikuti Salat Istisqa’ (salat minta hujan), yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Babel.

Rangkaian Salat Istisqa yang dipandu langsung Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Babel, Ustaz Yasir Mustafa itu, dimulai pukul 06.45 Wib tersebut, menghadirkan imam salat Syekh Ismail Al-Hafidz, ulama asal Palestina yang menempuh pendidikan hafalan Alquran di Turki.

Sementara khotbahnya disampaikan Ketua LPTQ Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, KH Syamsuni Saleh.

Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Babel, Tarmin, mengajak jemaah memperbanyak istigfar dan bermunajat kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

“Kita tidak punya kekuatan, tidak punya kemampuan mendatangkan sesuatu, Allah-lah yang mendatangkan sesuatu. Oleh karena itu, karena keadaan sudah seperti ini, tentu sebagai manusia biasa, kita hanya bermunajat, meminta kepada Allah supaya hujan segera diturunkan,” ujar Tarmin.

Terpisah, Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Babel, Ustaz Yasir Mustafa mengatakan, kondisi kemarau yang dirasakan masyarakat menjadi pengingat untuk meningkatkan kesabaran dan memperbanyak doa.

Ia menyebut sebagian masyarakat saat ini masih harus membeli, air karena sejumlah wilayah mengalami kekeringan.

“Mudah-mudahan dengan ikhtiar kita yang sedikit ini, dengan usaha kita berdoa kepada Allah dalam sunnah Nabi untuk mengerjakan Salat Istisqa ini, mudah-mudahan doa-doa kita, dosa-dosa kita juga insyaallah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,” kata Yasir.

Semoga, diharapkannya, hujan yang turun nantinya tidak hanya mengatasi kebutuhan air, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat Bangka Belitung.

“Mudah-mudahan Allah juga akan memberikan keberkahan kepada kita semua, keberkahan kepada masyarakat Provinsi Bangka Belitung, dan sudah barang tentu dengan turunnya hujan Allah juga berikan keberkahan kepada kita,” harap Ustaz Yasir.

Tak lupa Ia mengingatkan jemaah agar tetap bersabar dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, kemarau yang dirasakan saat ini merupakan ujian kecil dibandingkan dengan ujian yang akan dihadapi manusia di akhirat.

“Saya ingin menyampaikan bahwa ini ujian kecil sekali dibandingkan ujian-ujian yang akan kita hadapi di hari kiamat nanti. Untuk itu, kita banyak bersabar, innallaha ma'ashobirin,” katanya.

Ia kemudian menggambarkan kondisi sebagian masyarakat yang terdampak kekeringan. “Banyak saudara-saudara kita yang sekarang masih membeli air di mana-mana, di mana-mana kering, kemudian sampai nyuci di sungai. Maka dari itu kita berdoa mudah-mudahan semuanya dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,” tandasnya.

Dalam rangkaian ibadah tersebut, jemaah juga menjalankan sunnah Salat Istisqa dengan membalikkan serban. Doa dipanjatkan agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, hewan ternak, serta alam sekitar.

Usai pelaksanaan Salat Istisqa’, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan yatim piatu kerja sama Pemprov Babel dan Baznas Babel.

Santunan tersebut yang disalurkan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Babel dengan nilai Rp150 ribu untuk masing-masing anak, atau total Rp3 juta.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Idris/YoskaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Rumput Laut Diolah Minuman Jelly, Noni Hidayat Dorong Kader PKK Kembangkan Jadi Produk Unggulan UMKM

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Thu, 09/24/2026 - 20:23

PANGKALPINANG — Rumput laut diolah menjadi minuman jelly dengan berbagai varian rasa oleh siswa SMKN 4 Pangkalpinang. Inovasi itu dipelajari kader TP PKK Kelurahan Air Mawar untuk dikembangkan sebagai peluang usaha UMKM.

Pelatihan vokasional pengolahan hasil perikanan dan edukasi peningkatan daya saing produk tersebut, digelar di SMKN 4 Pangkalpinang, Kamis (24/9/2026).

Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, turut hadir dalam kegiatan itu.

Berkenaan dengan hal tersebut, Noni mendorong kader PKK Air Mawar memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan produk bernilai ekonomi dan mengembangkan potensi bahan pangan lokal.

“Ini bisa menjadi produk UMKM yang bisa kita tiru dan inovasi. Harapannya, ini bisa menjadi salah satu produk unggulan UMKM kita,” ujar Noni.

Menurut Noni, pengolahan rumput laut menjadi minuman jelly menunjukkan hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi produk baru dengan beragam pilihan rasa.

“Biasanya kita air jeruk kunci, sekarang ada satu inovasi lagi. Kita membuat minuman jelly rumput laut dengan berbagai varian rasa. Senang sekali, karena kami mendapatkan banyak ide dan wawasan baru,” katanya.

Noni mengatakan, keamanan pangan menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan sebelum produk UMKM dipasarkan.

“Perlu sertifikasi supaya pengelolaan produk aman dikonsumsi dan usaha UMKM-nya bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Linda Yustika, mengatakan pelatihan tersebut memberinya ide untuk mengembangkan usaha baru.

“Kalau ada pengalaman baru seperti ini, kita bisa belajar dan menambah usaha baru. Dari sini saya bisa mendapatkan ide untuk mengembangkan usaha,” kata Linda.

Di kesempatan yang sama, Kepala SMKN 4 Pangkalpinang, Ahmad Firmansyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus meningkatkan kompetensi pengolahan hasil perikanan.

Untuk diketahui, Kader PKK Air Mawar mengikuti praktik langsung pengolahan minuman tersebut bersama 15 siswa SMKN 4 Pangkalpinang dari jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP).

Dalam pelatihan itu, peserta mendapat edukasi mengenai peningkatan daya saing produk, mencakup inovasi, kualitas pengolahan, keamanan pangan dan sertifikasi produk.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yoska Pranata Fotografer: Ibnu/FarisEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Diklat Pendidik, Noni Hidayat Tegaskan Babel Perlu Guru PAUD Berkualitas dan Bersertifikasi

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Thu, 09/24/2026 - 19:24

PANGKALPINANG — Persoalan kekurangan Guru PAUD di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi salah satu atensi Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.

Menurut Noni, dalam mengatasi persoalan tersebut, tidak cukup jika hanya berfokus pada pemenuhan dari sisi kuantitas semata, melainkan harus dibarengi pula dengan peningkatan kualitas.

Hal itu disampaikan Noni dalam sambutannya, saat menghadiri Diklat Berjenjang Tingkat Dasar dan Tingkat Mahir bagi 65 pendidik PAUD, yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Bangka Belitung, di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bangka Belitung, Kamis, (24/9/2026).

"Bangka Belitung memang kekurangan guru PAUD, tapi di sisi lain, kita (Babel, red) juga memerlukan guru-guru PAUD yang berkualitas dan memiliki sertifikasi sesuai dengan bidangnya," ujar Noni.

Oleh karenanya, kata Noni, peningkatan kompetensi guru PAUD menjadi komponen penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.

Pelaksanan diklat ini, lanjut dia, menjadi salah satu momentum untuk memperkuat profesionalisme pendidik, termasuk mendukung pemenuhan legalitas dan sertifikasi guru PAUD sesuai bidangnya.

"Saya menilai diklat ini sangat penting guna meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme guru atau tenaga pendidik PAUD dalam memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan fase tumbuh kembang anak," ucapnya.

Lebih lanjut, menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter dan mendukung proses tumbuh kembang anak.

Karena itu, Noni dalam kesempatan itu mengapresiasi dedikasi para guru PAUD yang mengikuti diklat tersebut di tengah tanggung jawab mereka sebagai guru dan anggota keluarga.

Noni berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan baik dan lulus ujian sertifikasi dengan hasil terbaik. Upaya tersebut, kata Noni, diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

Sementara itu, Ketua PW HIMPAUDI Bangka Belitung, Djuariningsih, mengatakan peningkatan kualitas layanan PAUD harus dimulai dari profesionalisme dan kompetensi pendidik.

Menurut dia, salah satu langkah yang ditempuh HIMPAUDI ialah melalui pelaksanaan diklat berjenjang.

"Diklat berjenjang ini menggunakan sistem terintegrasi, mulai dari pendataan, pre-test, post-test hingga tugas mandiri," kata Djuariningsih.

Menutup pernyataannya, Djuariningsih berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi guru PAUD di Bangka Belitung, sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi anak usia dini di Negeri Serumpun Sebalai.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/FerdinandEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Edukasi PHBS, Noni Hidayat Ajarkan Cara Cuci Tangan dan Gosok Gigi yang Benar ke Anak PAUD

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Thu, 09/24/2026 - 18:57

PANGKALPINANG — Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak anak berusia dini. Oleh karenanya, sebagai bagian dari edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani mengajarkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar kepada anak-anak PAUD.

Edukasi itu disampaikan Noni kepada anak-anak TK Al-Hikmah Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Noni mengajak anak-anak mempraktikkan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Selain mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, kata Noni, anak-anak juga diajarkan tentang waktu yang tepat untuk menyikat gigi.

"Kita mengedukasi anak-anak agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan yang benar, perilaku menggosok gigi yang benar, berapa kali sehari seharusnya dilakukan di rumah sehingga ini menjadi kebiasaan yang baik," ujar Noni.

Menurut Noni yang juga Bunda PAUD Bangka Belitung, pembiasaan PHBS sejak usia dini penting dilakukan, guna mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus membentuk generasi yang sehat dan cerdas.

Noni dalam kesempatan itu juga mengingatkan anak-anak untuk menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

"Setiap hari kita harus sikat gigi, dua kali yakni sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur," ucapnya.

Lebih lanjut,, Noni juga menjelaskan pentingnya mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun, terutama setelah bermain atau beraktivitas.

Kebiasaan tersebut, menurut Noni, sangat diperlukan karena tangan dapat menjadi media perpindahan bakteri yang berpengaruh terhadap kesehatan.

Sementara itu, dokter gigi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, drg. Suniti, mengatakan pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi anak membutuhkan peran aktif orangtua dan guru.

Orangtua, kata Suniti, perlu mendampingi dan membiasakan anak menyikat gigi pada waktu yang tepat, yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

"Langkah sederhana ini menjadi pondasi penting untuk menanamkan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan gigi anak," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Suniti mengimbau orang tua dan guru harus membiasakan anak mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, rutin menyikat gigi, serta memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan.

 

Sumber: Dinas KominfoPenulis: VeraFotografer: Idris/FerdinandEditor: J. SupranaKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

TP PKK Babel Bersama DPUPRPRKP Kolaborasi Laksanakan Program Sanitasi

Berita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Wed, 09/23/2026 - 18:55

PANGKALPINANG — Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melakukan audiensi ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (23/9/2026).

Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani itu, disambut langsung oleh Kepala DPUPRPRKP, Jantani Ali beserta jajarannya.

Noni mengatakan, audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TP PKK dan DPUPRPRKP Babel melalui penyelarasan program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi itu sekaligus diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta visi dan misi Gubernur Babel Hidayat Arsani.

"Saat ini, TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sedang menyusun berbagai program. Kedatangan kami ke DPUPRPRKP hari ini, untuk berkoordinasi terkait program apa saja yang bisa dikolaborasikan dengan PKK," jelas Noni Hidayat.

Noni menyebutkan, program sanitasi menjadi salah satu rencana aksi yang akan dikolaborasikan antara TP PKK dan DPUPRPRKP.

"Setelah berbincang-bincang dengan Pak Jantani beserta jajaran, kami menemukan sejumlah rencana aksi, salah satunya terkait program sanitasi. Ini kita lakukan, sebagai upaya nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Visi Misi Gubernur Hidayat Arsani," sambungnya.

Menurut Noni Hidayat, program sanitasi relevan dikolaborasikan dengan PKK, karena pelaksanaannya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain mendukung kesehatan lingkungan, sanitasi juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting.

"Program sanitasi cocok dengan PKK, karena PKK kan ada program pemberdayaan masyarakat, kemudian ada juga pengentasan stunting, yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan," ujarnya.

Noni menambahkan, sanitasi yang baik merupakan kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan dan upaya pencegahan stunting. Karena itu, TP PKK Babel bersama DPUPRPRKP akan berkolaborasi dalam pelaksanaan program sanitasi tersebut.

"Sanitasi yang baik juga dibutuhkan masyarakat, jadi sangat cocok sekali. Kami karena itu juga mempengaruhi stunting. Jadi kami akan berkolaborasi dengan DPUPRPRKP untuk program sanitasi ini," tambahnya.

Noni melanjutkan, seluruh rencana aksi yang dicanangkan, tetap akan menyesuaikan dengan kekuatan anggaran di daerah.

"Terkait anggaran, kita tetap menyesuaikan dengan kekuatan anggaran daerah, kita semua tahu saat ini sedang efisiensi. Program sanitasi ini sudah berjalan, jadi tinggal ke launchingnya saja yang belum. Setelah di-launching, akan kita kuatkan, agar masyarakat kita sanitasinya semakin sehat," pungkasnya.

Sumber: Dinas KominfoPenulis: J. SupranaFotografer: Vera/YoskaEditor: VeraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita

Pages

Subscribe to Biro Organisasi aggregator